Bulungan

Usia 21-25 Tahun Rentan Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas

Usia anak milenial sangat rentan melakukan pelanggaran lalu lintas. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pelaku pelanggaran lalu lintas dalam operasi Zebra tahun 2019 lalu, apabila dikelompokkan berdasarkan usia paling banyak adalah 21 – 25 tahun. Sesuai data hasil rekapitulasi Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Dit Lantas, pelanggar dengan usia 21 – 25 tahun tercatat sebanyak 754 pelanggar atau naik 14 persen dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Begitu pun untuk pelanggaran pengendara dengan usia 16-20 tahun yang juga mengalami peningkatan. Dari 573 ditahun sebelumnya, menjadi 705 ditahun ini atau meningkat 23 persen.

Direktur Lantas Polda Kaltara Kombes Pol Noviar, melalui Wadir Lantas AKBP Budi Rachmat mengatakan, pengendara dengan usia tersebut memang belum stabil dalam mengendarai kendaraan. Bahkan, kemampuan mengemudi mereka masih belum mapan. Ditambah lagu perilaku dan emosinya yang juga belum stabil, sangat mempengaruhi ketertiban dalam berlalu lintas.

“Usia-usia seperti itu kan, usia yang sangat labil. Jam terbang mereka dalam mengendarai kendaraan juga, itu belum stabil. Terkadang dengan usia seperti itu, sangat rawan mengalami kecelakaan apabila emosi mereka tidak stabil. Makanya, jangan heran ketikakita kelompokkan dalam usia, usia-usia seperti memang paling banyak yang melakukan pelanggaran,” katanya kepada Koran Kaltara.

Dijelaskan Budi, usia-usia seperti itu merupakan masa-masa yang termasuk dalam golongan generasi milineal. Namun generasi milenial ini memang generasi yang dinamis pergerakannya, cepat, kreatif dan inovatif. Dia menyebut, ada kalanya kurang peduli dengan lingkungan, aturan dan juga standar yang sudah ditetapkan. Apalagi yang berkaitan dengan aturan lalu lintas, kerap kali diabaikan oleh generasi milineal saat ini.

Lanjut Budi, pelanggaran yang kerap ditemui dengan usia 21 – 25 tahun adalah kedapatan memainkan ponsel saat berkendara. Selain mengemudi dengan membawa muatan atau penumpang di atas kapasitas. “Itu semua berdampak pada perilaku berlalu lintas. Masalah-masalah lalu lintas sebagian besar terjadi karena adanya pelanggaran. Pola pikir masyarakat untuk tertib berlalu lintas dari segala usia, saat ini terus kita lakukan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Eddy Nugroho