Headline

Transportasi Masih Menjadi Ancaman Inflasi Kaltara

Kalimantan Utara akan menghadapi tren kenaikan inflasi tertinggi tahunan pada Bulan Juni besok. (Foto: Dokumen/Koran Kaltara)
  • Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Berpotensi Tekan Inflasi Melambung Tinggi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemerintah daerah akan menghadapi intervensi inflasi tinggi tahunan pada bulan Juni 2019. Mengingat selama tiga tahun terakhir, inflasi melambung sangat tinggi karena kenaikan tarif angkutan udara secara drastis.

Kepala BPS Kaltara, Eko Marsoro menjelaskan, pola kenaikan tarif angkutan udara dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat karena momen Ramadan dan lebaran yang jatuh pada bulan Juni tahun ini. “Penduduk pendatang di sini kan banyak sekali. Jadi ketika Ramadan atau lebaran, intensitas yang mudik sangat tinggi. Itu yang membuat harga menjadi gila-gilaan,” kata Eko, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, pemerintah daerah harus intens menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Mengingat, intervensi terhadap angkutan udara di luar kewenangan daerah.  Kondisi ini mengharuskan pemerintah pusat untuk langsung turun tangan agar dapat mengendalikan dampak resonansi harga terhadap kebutuhan lain masyarakat.

Kendati sudah ada kepastian dari pemerintah pusat terkait regulasi pemangkasan tarif batas atas angkutan udara sebesar 12 – 16 persen, dikatakan Eko memiliki potensi menjaga inflasi di Kaltara tidak melambung lebih tinggi. Namun secara teknis, implementasi di lapangan masih menunggu kebijakan pasar yang dipegang oleh masing-masing maskapai.

“Komoditi di luar kewenangan provinsi harus dibicarakan dengan pemerintah pusat. Sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menurunkan harga tiket pesawat menjelang momen lebaran tahun ini. Jadi diharapkan bisa menekan angka inflasi di Kaltara,” ujarnya.

Selain angkutan udara, Eko menjelaskan, kelompok bahan makanan juga perlu mendapat atensi serius agar tidak mempercepat kenaikan laju inflasi di bulan Juni. Pada momen yang sama, kebutuhan akan bahan makanan cenderung naik signifikan. Sehingga perlu ada pengawasan ketersediaan stok dan pengendalian harga yang masif di lapangan.

“Dalam tiga tahun terakhir, kondisi inflasi di Juni sangat tinggi. Ini tidak boleh terulang lagi di 2019. Pengendalian harga sangat penting dilakukan. Yang harus dijaga adalah jangan sampai puncak di bulan Juni nanti lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” papar Eko.

Adapun dengan pola yang sama, pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian lebih terhadap laju inflasi di bulan Desember 2019. Kenaikan tingkat konsumsi karena momen natal, tahun baru dan liburan sekolah, harus bisa diantisipasi agar tidak menimbulkan adanya kenaikan harga secara signifikan.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Nurul Lamunsari