Malinau

TNKM Garap Wisata Arung Jeram

Kelompok masyarakat Desa Apau Ping diberikan pelatihan menggunakan perahu karet melewati riam giram Sungai Bahau. (Foto: Istimewa)
MALINAU, Koran Kaltara – Masyarakat di bantaran Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) dilibatkan dalam mengelola potensi dalam hutan perawan tersebut. Salah satunya, mengelola Riam Giram sebagai destinasi wisata olahraga. Untuk memenuhi pemanfaatan aliran sungai giram tersebut, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang memberikan bantuan kepada masyarakat berupa dua unit perahu karet guna mengelola potensi Riam Giram…

MALINAU, Koran Kaltara – Masyarakat di bantaran Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) dilibatkan dalam mengelola potensi dalam hutan perawan tersebut. Salah satunya, mengelola Riam Giram sebagai destinasi wisata olahraga.

Untuk memenuhi pemanfaatan aliran sungai giram tersebut, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang memberikan bantuan kepada masyarakat berupa dua unit perahu karet guna mengelola potensi Riam Giram di Sungai Bahau SPTN Wilayah II Long Alongo.

Kepala TNKM, Johnny Lagawurin menyampaikan, beberapa hari lalu pihaknya sudah menyerahkan dua unit perahu karet untuk bisa digunakan kelompok masyarakat Desa Binaan “Dema Mading” Apau Ping.

“Bantuan ini agar bisa digunakan oleh masyarakat desa untuk memanfaatkan potensi destinasi wisata itu,” ujar Johnny kepada Koran Kaltara di ruang kerjanya, Kamis (13/12/2018).

Johnny mengatakan, tidak hanya menyerahkan saja, tetapi pihaknya langsung memberikan pelatihan pemanfaatan arung jeram.

“Usai diberikan bantuan, sebanyak 20 orang masyarakat desa binaan ini diberikan pelatihan oleh Federasi Arung Jeram Indonesia dari Jawa Tengah dan instruktur dari Tanjung Selor,” jelasnya.

Dia berharap masyarakat desa binaan dapat memudahkan pengembangan ke depan. Paling tidak, masyarakat desa lebih bersemangat lagi mengembangkan potensi wisata di daerahnya.

“Jadi kita tidak menyerahkan bantuan begitu saja, tapi ada tanggung jawab, dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat itu. Tujuannya  agar mereka terus bersemangat mengembangkan potensinya. Salah satunya wisata arung jeram ini,” ungkap Johnny.

Dia menegaskan, bahwa bantuan itu sebagai salah satu bukti keseriusan Balai TNKM dalam mendukung pengembangan potensi di sekitar kawasan heart of borneo atau jantungnya Kalimantan Utara.

“Target kita itu, satu per satu objek wisata di TNKM akan dikembangkan dengan melihat kondisi dan potensi di lapangan,” terangnya.

Menurut dia,  bukan hal mudah untuk mendorong pengembangan kawasan wisata ini. Mengingat, kondisi aksebilitas terbatas serta faktor cuaca yang tidak menentu menjadi bagian dari tantangan di lapangan.

“Belum lagi dari segi anggaran yang sangat dibutuhkan cukup banyak. Jadi memang satu persatu untuk mengelola potensi alam di TNKM ini,” jelasnya.

Dia berharap kedepannya ada sinergitas antar seluruh pihak dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata di sekitar kawasan penyangga TNKM. “Paling tidak bagaimana menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat khususnya di sekitar TNKM ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 14 Desember 2018