Kaltara

Tim Satgas Dibentuk, Karhutla jadi Atensi

SATGAS DIBENTUK : Karo Operasi, Kombes Pol Prasodjo saat dikonfirmasi mengenai keberadaan Tim Satgas Karhutla di Kaltara. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Kaltara Lakukan Kesiapsiagaan Bencana

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Menghadapi kemungkinan terjadinya musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tahun 2020 ini, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas). Tak hanya apparat kepolisian, tim ini juga beranggotakan dari unsur TNI, hingga intansi terkait lainnya. Untuk menyatakan kesiapannya, Tim akan menggelar operasi yang diberi nama Operasi Aman Pusat II.

Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit melalui Karo Operasi Kombes Pol Prasodjo mengatakan, Tim Satgas melalui operasi yang akan gelar, bertujuan untuk pengendalian dan penanggulangan Karhutla. Ia menegaskan, musibah Karhutlah menjadi atensi pihaknya setelah terjadinya Karhutla pada 2019 lalu.

Terkait penanganan Karhutla, imbuhnya juga menjadi perhatian serius oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penanggulangan bencana di Jakarta belum lama ini. Presidan ketika itu, menginstruksikan agar seluruh jajaran TNI/Polri dan pemerintah memberikan atensi hingga di daerah.

“Mulai dari sekarang setiap musibah akan kita antisipasi. Terutama Karhutla yang menjadi atensi kita. Kita harapkan nanti, penanganan Karhutla dapat kita maksimalkan dengan adanya tim satgas ini,” kata Prasodjo kepada Koran Kaltara.

Ia mengungkapkan, jika berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kaltara ini akan mengalami musim kemarau yang cukup berkepanjangan. Dampak yang dapat ditimbulkan dari kekeringan itu, yakni risiko kebakaran yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan terjadinya karhutla.

“Makanya dari sekarang kita sudah antisipasi. Dalam operasi penanggulangan bencana alam nanti, semua anggota yang masuk dalam tim sudah siap. Penanganannya harus maksimal. Ini juga perintah dari Pak Presiden,” jelasnya.

Dikatakan, seluruh personel yang terlibat dalam operasi itu tidak hanya dari kepolisian saja. Dalam operasi itu juga dibentuk tim satgas yang terdiri unsur kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas serta stakeholder terkait lainnya. Penanganan meliputi bencana alam seperti banjir, puting beliung, tanah longsor, serta karhutla. Beberapa hal yang menjadi fokus dalam operasi ini adalah korban bencana, lokasi kejadian, tempat penampungan dan posko kesehatan hingga logistik.

“Kalau di Kaltara ini (bencana alam) yang paling sering itu banjir, kebakaran, hingga karhutla. Itu juga tidak lepas dari perhatian kita nanti. Tapi kalau untuk karhutla, memang jadi atensi khusus kita,” tandasnya.

Tak dipungkiri, di wilayah Kaltara ini sangat berpotensi terjadinya Karhutla. Namun pihaknya memastikan kesiapsiagaan dari tim satgas yang dibentuk itu bisa mengatasi secara maksimal jika Karhutla kembali terjadi. “Kalau terjadi lagi, kita sudah siap. Kami yakin penanganannya bisa secara maksimal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho