Bulungan

Tiga Pabrik CPO Beroperasi, Dua Masih Uji Coba Mesin

KEBUN SAWIT – Pemkab minta perusahaan bangun pabrik di areal perkebunannya masing-masing. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bulungan, terus didorong agar masing-masing bisa membangun pabrik pengolaan Cruide Palm Oil (CPO) secara mandiri. Hal ini, engacu pada aturan yang berlaku, di mana minimal luasan kebun 1000 hektare, perusahaan diwajibkan membangun pengolahan hasil kebun alias pabrik.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan pada Disperta Bulungan Iin Rosita mengatakan, dari sebanyak 23 perusahaan perkebunan sawit yang dinilai aktif di Bulungan, baru lima yang sudah memiliki pabrik. Namun dari lima itu, baru tiga yang sudah benar-benar beroperasi. Sementara dua lainnya, masih coba mesin atau test running. Karena baru selesai pembangunannya.

“Tiga perusahaan itu seperti PT. SKI, PT. PMI dan PT. CSL. Sementara yang masih test running, ada PT. Gawi yang ada di Desa Mara Satu, dan di Desa Binai (PT Prima),” kata Iin.

Dikatakan, menindaklanjuti npres Nomor 8 Tahun 2018, tentang penundaan pemberian izin baru dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit, pihaknya terus melakukan evaluasi.

“Salah satunya PT Gawi, kami minta segera lakukan perbaikan dan penyesuaian IUP (Izin Usaha Perkebunan) karena mereka kan sudah bangun pabrik,” kata Iin. Diakuinya di luasan 1000 hektare, perusahan sudah harus terintegrasi dengan unit pengolah hasil (pabrik). Akan tetapi dengan skala perhitungan Perusahaan ataupun investor tentunya berorientasi pada bisnis.

“Itu kalau luasan 1000 haktera belum bisa. Karena mereka juga punya perhitungan persoalan bahan baku. Kapasitas terkecil kalau untuk perusahaan itu 30 ton per hektare TBS (Tandan Buah Segar) per hari. Jadi kalau perhari tak mencapai 30 ton bisa rugi. Baik pembagunan maupun untuk ongkos biaya bahan bakar dan lainnya, hitungan masih rugi,” ungkapnya.

Pemkab Bulungan, lanjutnya, terus mendorong perusahaan agar memiliki pabrik sendiri. Sebab dengan adanya pabrik sendiri di masing-masing perusahaan, tidak ada lagi lalu Lalang truk pengangkut sawit di jalan umum. “Tentunya kalau kaitannya dengan pengangkutan, dan menggunakan jalan, kemudian ada yang rusak kita juga minta perusahaan berpartisipasi untuk perawatan jalan,” imbuh dia. (*)

Reporter : Nurjanah
Editor : Eddy Nugroho