Tarakan

Tiga Kecelakaan Tunggal Sepanjang Ramadan

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Jumlah kecelakaan lalu lintas di bulan Ramadan lalu mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto menuturkan dari jumlah kecelakaan terbanyak out of control atau kecelakaan tunggal.

“Kita sudah berusaha memberikan imbauan, peringatan, pemasangan baliho dan segala macam upaya. Namun, kecelakaan terindikasi terjadi dengan pengendara di bawah umur,” ujarnya.

Kasat Lantas mengungkapkan, selama bulan Ramadan hingga Lebaran terdapat empat laka lantas yang ditangani oleh Sat Lantas Polres Tarakan, tiga di antaranya karena laka tunggal. Jumlah tersebut belum termasuk terhadap laka lantas yang terjadi di Gunung Selatan, dengan korban jiwa yaitu Zulkifli dan diketahui anak di bawah umur.

Jumlah laka lantas yang ditangani saat operasi ketupat 2019 ini mengalami kenaikan yang singnifikan, apabila dibanding dengan tahun lalu. Untuk di tahun 2018 lalu, Satlantas hanya menangani laka lantas sebanyak 2 kejadian.

“Dari semua laka lantas yang kita tangani ini disebabkan oleh kecelakaan tunggal atau out of control (OC),” ungkapnya.

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Gunung Selatan ini, kata dia pengendaranya tidak menggunakan helm, masih di bawah umur dan diduga menggunakan kecepatan tinggi.

Dari beberapa kejadian laka lantas yang dialami oleh anak di bawah umur, dirinya menilai masih ada kelemahan yang dilakukan oleh orangtua. Khususnya terhadap pengawasan terhadap anaknya yang dengan bebas diberikan kendaraan. Harusnya, lanjut Arofiek, orangtua tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur.

“Pengendara sulit mengontrol laju kendaraannya, akhirnya yang bersangkutan (pengendara, Red) meregang nyawa,” bebernya.

Khusus kecelakaan di Gunung Selatan ini, Kasat mengungkapkan dari pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut. Pihaknya hanya melakukan penanganan, namun tidak diterbitkan laporan polisi.

“Kemudian ada juga laka terkait ibu-ibu yang memakai pakaian hari raya cukup besar dan lebar. Sehingga ada pakaiannya terselip di gear motor dan terjatuh,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Arofiek, untuk laka tunggal yang terjadi kemudian pengemudi ingin membuat laporan polisi, maka pihaknya akan menahan kendaraan tersebut. Namun sepanjang operasi ketupat ini, laka tunggal yang kendaraannya dilakukan penahanan hanya satu kendaraan. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Rifat Munisa