Headline

THR ASN Tarakan Menunggu Perwali

Wali Kota Tarakan, Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara – Pemerintah telah merevisi PP 36 Tahun 2019 tentang pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil, prajurit tentara nasional Indonesia, anggota kepolisian Negara republik Indonesia, pejabat negara, penerima pensiun dan penerima tunjangan. Revisi hanya dilakukan pada pasal 10 ayat 2, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pencairan gaji ke-14 atau bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), harus diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda), kini diganti menjadi Perkada.

Dengan demikian, untuk pencairan THR ASN, Pemkot Tarakan tinggal menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali). Dan proses pembuatan perwali tidak membutuhkan waktu yang panjang.

“Saya belum terima laporan, tetapi kalau Perwali, gampang, bisa dilakukan secepatnya dan bisa kita proses supaya pencairannya memenuhi kemauan pemerintah yaitu 24 Mei sudah cair. Kalau Perwali kan memang kewenangannya wali kota, Insya Allah secepatnya cair. Aman lah itu, karena tidak ribet lagi,” terang Wali Kota Khairul, Rabu (15/5/2019).

Untuk membayar THR sekitar 4 ribu ASN yang ada di lingkungan Pemkot Tarakan, setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp13 miliar. Alokasi dana tersebut diakuinya sudah tersedia, sehingga dalam waktu dekat sudah bisa bisa terdaftar dalam produk hukum daerah.

Sementara itu, salah satu ASN yang bertugas di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkantor di gedung gabungan dinas mengaku sangat menantikan pencairan THR. “Semua pasti mengharapkan THR karena untuk membahagiakan keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi ke tempat kita. Mudah-mudahan saja bisa tepat waktu, supaya kita juga bisa jauh-jauh haru mempersiapkan segala kebutuhan lebaran,” ucapnya.

Pria yang enggan namanya dikorankan ini juga mengaku sempat ketar-ketir saat ada persoalan di PP 36/2019 sebelum direvisi. Karena berpotensi pembayaran THR molor bahkan sampai usai lebaran. Namun kini dirinya sudah mengaku tidak terlalu khawatir lagi.

“Senang sudah pasti, kalau kemarin itu bahasa anak sekarang itu galau. Tetapi tadi pagi (kemarin) sudah dengar kabar di media online bahwa PP-nya sudah direvisi sehingga pencairan THR lebih mudah. Insya Allah akan tepat waktu,” harapnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari