Hukum Kriminal

Tergoda Body Korban, Paman Tega Cabuli Ponakan

Pelaku pencabulan keponakan sendiri yang saat ini sudah diamankan pihak kepolisian. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Belum selesai pengusutan kasus pencabulan anak SD di Tanah Kuning, kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bulungan.

Kali ini, tindak asusila itu menimpa Mawar (8) bukan nama sebenarnya, yang harus menerima perbuatan tak senonoh dari sang paman sendiri berinisial N. Perbuatan sang paman yang merupakan warga Kecamatan Tanjung Palas itu, sebenarnya dilakukan pada Oktober lalu, akan tetapi sekarang baru terungkap berkat keberanian sang korban untuk melapor.

Dikonfirmasi Koran Kaltara, Senin (11/11/2019), Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit PPA Ipda M Patria Pratama membenarkan kasus asusila tersebut. Saat ini, pelaku yang merupakan adik kandung dari ayah korban sudah diamankan.

Hasil interogasi kepolisian terhadap pelaku, pria berumur 25 tahun itu melakukan perbuatan tak senonohnya kepada sang keponakan baru sekali. “Tapi proses penyidikan masih kita lanjutkan lagi. Kita tunggu hasil visum dari dokter,” katanya.

Patria menjelaskan, aksi tak senonoh yang dilakukan N ini diduga karena tak dapat menahan hawa nafsu saat melihat badan dari sang keponakan. Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, memang selalu bersama-sama pelaku menonton televisi, sesaat pelaku pulang dari kerja. Bahkan, pelaku kerap mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri, namun selalu ditolak.

“Pelaku ini sering bertamu ke rumah korban, kalau pelaku pulang dari kerja. Kadang-kadang istirahat sambil nonton TV. Nah, kemungkinan karena sering bertemu, maka muncullah niat dari pelaku ini. Bahkan pelaku pernah mengajak korbannya ini berhubungan intim (hubungan layaknya suami istri), tapi selalu ditolak,” jelas Patria.

Namun, pelaku tetap berusaha untuk menyetubuhi korban yang merupakan keponakannya sendiri. Puncaknya, pada Oktober lalu, pelaku berhasil mengajak keponakannya untuk masuk ke WC rumah korban. Saat tiba di WC itu, pelaku langsung melakukan aksi pencabulan terhadap keponakannya itu. Lebih parahnya lagi, aksi tak senonoh itu dilakukan di depan adik kandung korban yang juga sama-sama masih di bawah umur.

“Pada Oktober lalu, dia (pelaku) mengajak korbannya masuk ke WC. Di WC itulah pelaku menyuruh korban untuk menurunkan celananya dan disaksikan adik kandung korban. Setelah mencabuli korban, pelaku ini langsung lari. Karena di sekitar rumah korban ini, memang banyak orang,” ungkapnya.

Aksi pelaku akhirnya terungkap, setelah korban melaporkan aksi bejat sang paman. “Karena tidak terima, orang tua korban ini langsung melaporkan kejadian itu dan pelaku sudah kita amankan,” terang Patria.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Anaknya sendiri yang lapor ke orang tuanya. Walaupun ada hubungan keluarga, tapi pelaku akan diproses. Ini juga permintaan dari keluarga, agar pelaku ini bisa ditahan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Hariadi