Hukum Kriminal

Terdakwa Pencucian Uang Hasil Sabu Divonis 8 Tahun Penjara

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Fuji Astuti, terdakwa terakhir dalam kepemilikan 2 kg sabu diputus 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (4/7/2019). Fuji merupakan istri dari Faisal, narapidana kasus sabu yang kembali tersangkut dalam kasus melibatkan istrinya ini. Faisal divonis hukuman mati.

Ketua Pengadilan Negeri Tarakan, Subagyo melalui humasnya, Melcky Johny Ottoh mengatakan, vonis 8 tahun penjara ini berdasarkan pertimbangan dari fakta persidangan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari suaminya.

Vonis Fuji ini konform dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga menuntut 8 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara. Fuji dituntut dengan pasal 137 huruf (a) Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika tentang pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Hakim meyakini terdakwa Fuji ini bersalah sesuai dengan pasal pencucian uang. Jaksa dan penasehat hukum memanfaatkan waktu untuk pikir-pikir selama 7 hari,” katanya, dikonfirmasi usai sidang, kemarin.

Sementara itu, penasehat hukum Fuji Astuti, Nunung Tri Sulistyawati mengatakan, pihaknya memanfaatkan waktu untuk pikir-pikir apakah menyatakan upaya hukum banding atau tidak. Ia mengaku masih akan berkoordinasi dengan kliennya, karena ancaman pasal pencucian uang maksimal 15 tahun penjara.

“Sebenarnya putusan Majelis Hakim ini tidak sesuai harapan kami. Karena sebenarnya, klien kami ini tidak mengetahui perbuatan suaminya. Dari fakta persidangan juga, dari semua keterangan saksi pihak bank dan suaminya sendiri, masalah uang masuk Fuji tidak tahu dan hanya rekeningnya saja digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dalam penerapan pasal terkait pencucian uang seharusnya JPU menerangkan uang yang mana dicuci Fuji. Sementara, uang keluar masuk dikendalikan oleh suaminya. Sebelumnya, Faisal, suami Fuji memang meminta untuk dibuatkan rekening namun atas nama Fuji.

“Dianggap menempatkan uang yang menurut hakim, hasil penjualan narkotika. Tapi, pada saat itu Fuji pernah tanya soal uang itu, tapi suaminya tidak jelaskan uang apa yang keluar masuk itu,” katanya.

Untuk diketahui, dalam perkara 2 kg sabu ini selain melibatkan Fuji, juga melibatkan  Faisal, si suami yang divonis mati. Terdakwa lain, Subhan divonis penjara seumur hidup, Muhammad Sakir dan Randi divonis 19 tahun penjara, Octavianus divonis 19 tahun penjara, Widya divonis 18 tahun penjara sedangkan Irfandi divonis 15 tahun penjara. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Didik Eri Sukianto