Hukum Kriminal

Terdakwa 2 Kilogram Sabu Divonis Mati

Tiga orang terdakwa kasus 2 kg sabu, Subhan, Muhammad Sakir dan Randi saat mendengarkan putusan pidana hukuman mati dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, Selasa (11/6/2019). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Hakim Jatuhkan Vonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

TARAKAN, Koran Kaltara – Tiga terdakwa kasus 2 kilogram (kg) sabu yang diungkap BNN Pusat, Oktober 2018 lalu divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (11/6/2019).

Sebelumnya, tiga orang terdakwa Subhan, Muhammad Sakir dan Randi dituntut JPU dengan pidana 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsidair 6 bulan penjara.

Subhan dan dua orang rekannya ini menurut JPU, Hafidz Listyo Kusumo terbukti melanggar pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang undang No. 35 tahun 2009. Sementara, Faisal dituntut pidana 20 tahun penjara denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

“Terdakwa Subhan dan dua orang temannya divonis pidana seumur hidup, Muhammad Sakir dan Randi dihukum pidana 19 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 1 tahun penjara, sedangkan Faisal divonis hukuman mati,” kata Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johny Ottoh.

Pertimbangan vonis hukuman mati dari Majelis Hakim ini, hampir sama dengan pertimbangan dalam tuntutan JPU, Faisal selain Faisal masih merupakan narapidana kasus narkotika, perbuatannya juga dianggap meresahkan masyarakat.

“Faisal ini sudah pernah dihukum dalam perkara yang sama, kurang lebih 12 tahun vonisnya dan sedang menjalani masa hukumannya di Lapas Tarakan. Faisal ini masuk dalam lingkaran sabu 2 kg yang melibatkan Subhan ini. Keduanya mengendalikan 2 kg sabu dengan melibatkan 4 Lapas, Lapas Pare-pare, Lapas Bontang, Lapas Tarakan, Lapas Berau dan merupakan jaringan internasional,” ungkapnya.

Meskipun Subhan merupakan pengendali 2 kg sabu, dan Faisal hanya mengendalikan 1 kg sabu yang dibawa Subhan, namun khusus Subhan, Majelis Hakim mempertimbangkan ia belum pernah menjalani hukuman pidana.

“Subhan pernah masuk penjara, tapi perkara 351 KUHP bukan perkara narkotika dan sudah beberapa tahun lalu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, awalnya Faisal meminta Subhan mengambil 1 kg sabu di Bunyu. Subhan kemudian pergi menggunakan speedboat bersama Muhammad Sakir dan Randi ke Bunyu. Ketiganya lantas bermalam di laut dan membagi sabu menjadi dua bagian, hampir setengah kilo diserahkan ke orang yang ditemuinya di tengah laut, saat ini berstatus DPO.

Sementara, setengah bagian lagi diserahkan ke Octavianus dan Widya di Tarakan. Namun, sebelum kembali ke Tarakan Subhan mengambil lagi 1 kg sabu di tengah laut, sabu ini diserahkan ke Irfandi.

“Faisal  yang mengatur si Subhan untuk bergerak seperti apa. Sabu itu rencananya akan dibawa ke Lapas Bontang dan Pare-Pare. Meski putusan lebih tinggi dari tuntutan, kita masih minta waktu pikir-pikir. Kalau nanti terdakwa menyatakan, maka kita juga akan menyatakan upaya hukum,” kata JPU, Hafidz Listyo Kusumo dikonfirmasi usai sidang. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi