Politik

Terbuka Peluang Usung Figur Milenial

PKB merupakan salah satu partai yang bakal membuka penjaringan calon kepala daerah untuk Pilkada 2020 mendatang. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • Herman: Bukan Hanya Popularitas yang Dilihat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Satu persatu partai politik (Parpol) di Kalimantan Utara (Kaltara) membuka proses penjaringan bakal calon untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020. Bahkan ada juga parpol yang telah menyampaikan usulan ke dewan pimpinan pusat (DPP).

Satu lagi partai yang bakal membuka penjaringan pada awal Bulan November mendatang, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Kaltara Herman mengatakan, dalam mencari figur yang bakal diusung, pihaknya mengacu pada mekanisme partai serta petunjuk dari DPP.

“Oleh karena itu PKB dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat pimpinan wilayah. Dalam rangka menentukan arah kebijakan bersama-sama. Insya Allah kemungkinan kalau tidak ada halangan, tanggal 1 atau 2 di November, akan membuka penjaringan. Mekanisme atau tahapannya mulai dari pendaftaran, pengambilan formulir dan pengembalian formulir,” katanya.

Sebelum menjatuhkan pilihan kepada salah satu tokoh yang akan diusung, PKB akan melakukan sejumlah seleksi. Dalam proses seleksi tersebut, akan dilaksanakan uji kepatutan dan uji kelayakan bakal calon.

“DPP yang undang langsung orang yang bersangkutan (pendaftar). Jadi itu nantinya terbuka dan yang akan menyeleksi di DPP adalah orang berpengalaman dan berkompeten,” sebutnya.

Ditanya soal peluang memberikan kesempatan kepada calon dari kaum milenial, sebagai partai yang saat ini memiliki 2 kursi di DPRD Kaltara. Herman menegaskan, pihaknya tetap terbuka untuk setiap calon yang punya keinginan bertarung dalam kontestasi politik nanti.

“Kita punya figur itu (milenial). Katakanlah Ahmad Usman, punya suara terbanyak di Dapil (daerah pemilihan) Tarakan bahkan se-Kaltara. Ini kan kader yang juga miliki nilai jual. Ketika memungkinkan kenapa tidak?” tandasnya.

Namun, hal tersebut tidak menjadikan PKB menutup ruang bagi tokoh senior. Bahkan saat ini, sejumlah tokoh yang namanya mulai mencuat dan mendaftar di partai lain juga ada yang telah berkomunikasi dengan PKB.

“Silahkan yang lain juga. Karena bukan hanya popularitas yang dilihat. Pengalaman, kinerja, sepak terjang dan tingkat kepercayaan masyarakat juga penting,” tegasnya. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Hariadi