Headline

Target Penerimaan Pajak Naik 10 Persen

Salah satu komponen yang mendominasi penerimaan pajak adalah kendaraan. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • Masih Didominasi Sektor Kendaraan Bermotor

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sektor pajak daerah salah satu penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Utara (Kaltara) yang paling mendominasi. Sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 menargetkan  PAD sebesar Rp560 miliar lebih. Untuk target dari sektor pajak daerah, melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kaltara, pada tahun ini ditargetkan hingga Rp363 miliar lebih.

Pemprov Kaltara melalui  BPPRD, membeberkan tahun ini penerimaan pajak daerah mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan terbaru, hingga 31 Mei realisasi penerimaan pajak daerah 2019 telah mencapai 48 persen yakni sebesar senilai Rp190,5 miliar dari target murni sebesar Rp 363,5 miliar.

Kepala BPPRD Kaltara Busriansyah mengaku optimistis pendapatan daerah sektor pajak makin membaik. Dengan pertumbuhan yang ada, pihaknya melakukan penambahan target pendapatan daerah, yang disesuaikan dengan hitungan kompetensi penerimaan. Diperkirakan nilainya sekitar Rp36 miliar yaitu target penerimaan bertambah sekitar 10 persen.

“Pertumbuhan pajak kita makin membaik, sebagaimana yang saya katakan sebelumnya. Realisasi pajak daerah tahun ini, per 31 Mei 2019 sudah mencapai angka 48 persen. Maka wajar jika kita optimis dan menaikkan target penerimaan,” katanya ditemui Koran Kaltara, Jumat (14/6/2019).

Terdapat lima komponen jenis pungutan dalam penerimaan pajak daerah Provinsi Kaltara. Yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok. Sampai saat ini pajak kendaraan bermotor masih mendominasi pendapatan. Penambahan target tersebut berasal dari dua komponen pajak daerah, yakni PBBKB dan PKB.

“Karena memang dari informasi yang kami terima, penjualan kendaraan di Kaltara meningkat, seiring dengan daya beli masyarakat yang naik. Hal ini menunjukkan perekonomian masyarakat yang bertumbuh pula,” sebutnya.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi pungutan pajak. Salah satunya yang dengan mengintensifkan pungutan pajak, seperti dengan membuat Samsat Payment Point dan Samsat Keliling yang telah dijalankan. Selain itu, gencarnya daerah dalam meningkatkan iklim invetasi daerah dinilai bisa mendorong PAD yang kian meningkat ke depan. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari