Headline

Tahun Ini Listrik Ibukota Surplus

Listrik di Kaltara akan surplus dengan saat PLTMG Gunung Seriang beroperasi tahun ini. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Masalah listrik di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa bulan ke depan ditarget akan teratasi dengan baik. Pasalnya, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunung Seriang di Tanjung Selor diperkirakan beroperasi komersial atau Commercial Operation Date (COD) tahun ini. Sesuai informasi dari pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur – Kalimantan Utara (UIW Kaltimra), persiapan COD sudah dilakukan sejak tahun lalu.

PLTMG Gunung Seriang memiliki kapasitas hingga 15 Megawatt (MW). Dengan demikian, pasokan tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik di Ibukota Provinsi Kaltara dan sekitarnya. Belum lagi terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Gunung Seriang yang kapasitasnya sebesar 2X7 MW. Dengan besar beban puncak yang dilayani oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Selor mencapai 12 MW, ketersediaan setelah COD-nya PLTMG bahkan bisa surplus.

Untuk diketahui, kapasitas mesin milik PLN selama ini sekitar 7,8 MW ditambah suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sekayan milik PT Sumber Alam Sekurau (SAS) maksimal 5 MW. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi menjelaskan, dengan beroperasinya PLTMG, mesin milik PLN yang ada sudah tidak digunakan lagi.

“Mesin dari PLTD dan ditambah PLTMG ini jadi lebih. Paling itu akan berfungsi sebagai cadangan. Karena kita tahu pembangunan terus berkembang yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih ke depannya. Yang jelas, informasi yang disampaikan Juni nanti sudah operasi PLTMG-nya. Namun mungkin ada persiapan, sekitar bulan delapan (Agustus) atau September baru bisa mulai,” katanya, Selasa (11/6/2019).

Tak hanya PLTMG, yang membuat listrik di Ibukota surplus adalah pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV dari Kalimantan Timur (Kaltim) ke Kaltara yang hampir rampung. Diperkirakan, terdapat surplus listrik dari Kaltim sebesar 200 MW dapat disuplai ke provinsi bungsu ini.

Lebih jauh diterangkan, jaringan SUTT akan mengoneksikan beberapa pembangkit dan rencana pembangunan pembangkit seperti PLTU Malinau 2 x 3 MW, PLTMG Nunukan II 10 MW, PLTMG Sei Menggaris 2 x 20 MW, PLTMG Gunung Belah 2 x 18 M, PLTMG Tarakan 40 MW, PLTU Tanjung Selor 2 x 7 MW, dan PLTMG Tanjung Selor 15 MW.

“Jadi untuk SUTT ini nanti tinggal dikonekkan saja. Kecuali beberapa titik seperti Bunyu, memang harus ada perlakuan khusus tentunya karena kondisi geografis,” sebut Ferdy. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment