Headline

Sumber Baku Energi Listrik Murah dan Mudah

Salah satu sumber listrik di Kaltara, yakni PLTMG Gunung Seriang. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • Pemprov Sebut PLTA di Kaltara Dipastikan Terealisasi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berbenah untuk menjadi daerah yang maju. Meski merupakan provinsi termuda di republik ini, Pemprov Kaltara terus berupaya membawa daerah dengan lima kabupaten dan kota ini terus berkembang. Bahkan dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Bumi Benuanta-sebutan lain Kaltara, diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Demikian dikatakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, Setprov Kaltara, Sanusi kepada Koran Kaltara, Jumat (8/11/2019).

Memanfaatkan potensi yang ada, pemerintah daerah memprioritaskan 11 program strategis salah satunya ketersediaan energi listrik. Sanusi mengemukakan, 5 sampai 10 tahun ke depan, Kaltara sudah harus menjadi daerah yang lebih hebat. Khususnya di bidang ketersediaan listrik, provinsi ke-34 ini mengandalkan sumber baku energi berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Dengan adanya pembangunan PLTA dan pasti akan terealisasi, maka kebutuhan listrik di Kaltara akan lebih mudah didapat dan bagi masyarakat Kaltara juga akan lebih murah,” katanya.

Bahkan, jika realisasi pembangunan PLTA berjalan lancar, tidak hanya warga Kaltara, melainkan ketersediaan listrik akan menjangkau daerah lain. Termasuk Pulau Jawa, Sulawesi, bahkan negara tetangga seperti Malaysia.

“Para investor akan datang ke sini semua. Karena semua kegiatan di dunia ini hampir tidak ada yang tidak didasarkan akan kebutuhan listrik. Orang tentu akan berhitung di mana mendapatkan kebutuhan listrik yang murah. Tak hanya pasokan yang ada. Kita, dengan PLTA Sungai Kayan, PLTA Sungai Malinau dan Sembakung, jadi sumber baku listrik di Kaltara akan menjangkau semua daerah sampai ke luar negeri,” terangnya.

Lebih jauh, PLTA Kayan saat ini sedang berprogres dan ditargetkan mulai konstruksi awal tahun 2020. Kapasitas PLTA Kayan (Bulungan) dengan 5 bendungan mencapai 9000 Megawatt. Energi listrik yang dihasilkan sangat besar bahkan digadang-gadang merupakan pembangkit terbesar, apalagi ditambah dengan PLTA lainnya di Kabupaten Malinau.

Untuk diketahui, berdasarkan Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Kaltara telah mempersiapkan kebutuhan energi hingga Tahun 2050 mendatang. Ketersediaan energi sebesar 12.443 megawatt akan menopang daerah ini sekaligus dengan sejumlah industri yang akan dikembangkan.

Sumber energi daerah akan disuplai dari berbagai pembangkit yang ke depan akan didominasi PLTA. Selain itu, pembangkit lain juga akan menjadi sumber baku tambahan mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Minyak Solar, Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTB) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari