Hukum Kriminal

Suami Masuk Penjara, Istri Gantikan Bisnis Sabu

NL alias EL dan ST alias AL, penjual dan pembeli sabu yang diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan. (Foto: Istimewa)
  • Digeledah Polisi, Simpan Sabu di Dinding Dapur

TARAKAN, Koran Kaltara – Sabtu (4/1/2020) pekan lalu, Sat Reskoba Polres Tarakan kembali mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berprofesi sebagai pengedar sabu di wilayah Kelurahan Pantai Amal.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Sudaryanto menuturkan, NL alias EL diamankan sekira pukul 18.30 Wita, setelah pihaknya mendapat informasi ada transaksi di RT 7, Kelurahan Pantai Amal.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, sekira pukul 10.00 Wita kami dapat informasi transaksi mau dilakukan. Kemudian, tim Reskoba Polres Tarakan melakukan pengembangan dan mendapati sebuah rumah, yang di dalamnya ada pemilik rumah NL alias EL beserta tiga orang temannya, ST alias AL, AD dan HJ,” ujarnya, Selasa (7/1/2020).

Setelah diamankan, langsung dilakukan penggeledahan disaksikan warga sekitar. Di dinding dapur rumah NL alias NL, ditemukan 2 bungkus plastik sedotan berisi narkotika jenis sabu. Pencarian lain dilakukan dan didapati lagi, 20 bungkus sabu yang dikemas dalam sedotan warna merah.

Sedangkan dari penggeledahan badan pada ST alias AL, ditemukan dua bungkus sabu berukuran kecil siap edar. Keempatnya digiring ke ruang Sat Reskoba Polres Tarakan, untuk dilakukan interogasi.

“Terhadap saudara EL, selain 20 bungkus dengan berat bruto 1,40 gram juga ditemukan 1 unit HP, 2 bundel plastik sedotan warna merah hitam dan satu bungkus plastik bening,” bebernya.

Tindakan selanjutnya, EL dan ST ditahan oleh polisi. Karena, dengan bukti permulaan yang cukup, kata Sudaryanto dapat disangkakan dengan pasal tindak pidana narkotika. Sedangkan ST, diduga merupakan pembeli, saat polisi melakukan penangkapan.

“Kan sudah pegang dua bungkus sabu, jadi ST ini kita duga baru saja membeli sabu dari EL,” tandasnya.

Dua orang lainnya, AD dan HJ hanya diperiksa sebagai saksi dan tidak ditahan. Dari hasil pemeriksaan, dua orang teman ST ini tidak ditemukan barang bukti lain yang menghubungkan keduanya dengan kasus narkotika.

“Menurut pengakuannya, (sabu) dijual harga Rp100 ribu per paket kecil itu. Entah mau digunakan sendiri atau dijual lagi, masih dilakukan pengembangan,” tuturnya.

EL, kata Sudaryanto, diduga melanjutkan bisnis sabu suaminya. Sebagian besar pelanggan El merupakan bekas pelanggan suaminya. Saat ini, suami EL berinisial UD sedang dalam masa tahanan di Lapas Tarakan sejak ditangkap Sat Reskoba 2 tahun lalu.

“EL kita kenakan pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 114 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya minimal 5 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi