Nunukan

Status IDM Kabupaten Nunukan Dalam Tiga Tahun Terakhir

Ramlan Apriyadi

NUNUKAN, Koran Kaltara – Status Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Nunukan dalam kurun waktu tiga tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2016, dari 232 desa se – Kabupaten Nunukan, ada 190 desa dinyatakan sangat tertinggal. Lalu 2018 berkurang menjadi 77 desa dan tahun 2019 hanya tersisa 40 desa.

Kepala Bidang Pengembangan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Nunukan, Ramlan Apriyadi mengatakan, peningkatan status IDM dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari desa mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal.

Tahun 2016, status kemajuan dan kemandirian desa Kabupaten Nunukan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, untuk desa mandiri nihil, maju ada dua desa, berkembang 13 desa, tertinggal 27 desa dan sangat tertinggal 190 desa.

Kemudian di tahun 2018, desa mandiri dari semula nihil menjadi dua desa, maju dari dua desa menjadi lima desa, berkembang dari 21 desa naik menjadi 30 desa, tertinggal dari 127 desa naik menjadi 147 desa dan sangat tertinggal mengalami penurunan dari 190 desa menjadi 77 desa.

Untuk dua desa mandiri, Desa Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik dan Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara. Lima desa maju, yaitu Desa Sanur Kecamatan Tulin Onsoi, Mansalong Kecamatan Lumbis, Balansiku Kecamatan Sebatik, Desa Lapri dan Seberang Kecamatan Sebatik Utara.

Selanjutnya di tahun 2019, kembali meningkat jumlah desa yang berubah status. Desa mandiri ada empat desa, yaitu Desa Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik, Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara, Sanur Kecamatan Tulin Onsoi dan Mansalong Kecamatan Lumbis.

Desa maju naik menjadi 11 desa. Ada Desa Seberang dan Lapri Sebatik Utara, Bukit Aru Indah dan Tanjung Harapan Sebatik Timur, Balansiku dan Tanjung Karang Sebatik, Binusan Nunukan, Binalawan Sebatik Barat, Aji Kuning Sebatik Tengah, Atap Sembakung dan Pembeliangan Kecamatan Sebuku.

“Kita punya 4 desa mandiri, 11 desa maju, 30 desa berkembang, tertinggal 147 desa dan sangat tertinggal 40 desa. Itu sampai tahun 2019,” jelas Ramlan, Selasa (28/1/2020).

Dia mengatakan, untuk kemajuan dan peningkatan status desa, memiliki banyak indikator dan prosesnnya berkaitan dengan tim yang lain. Jenjangnya dari desa ke kecamatan lalu ke kabupaten, provinsi dan terakhir Kementrian Desa. Ada tiga indikator yaitu dari indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi desa. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik