Hukum Kriminal Nunukan

Setahun Kepemimpinan AKBP Teguh, Polres Nunukan Berhasil Sita 55,5 Kg Sabu

Barang bukti narkoba hasil sitaan Polres Nunukan. (foto: Sabri)

NUNUKAN, Koran Kaltara AKBP Teguh Triwantoro menjabat sekitar satu tahun sebagai Kapolres Nunukan. Namun, dia bersama jajarannya sudah berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika golongan 1 jenis sabu – sabu, dengan barang bukti yang disita seberat 55.580,79 gram atau setara dengan 55,5 kg.

“Kurang lebih sudah setahun, sejak menjabat bulan Nopember 2018 sampai dengan Nopember 2019, jumlah barang bukti (sabu-sabu) yang berhasil kami sita, 55.580,79 gram,” ungkap Teguh dalam konferensi pers di Mapolres Nunukan, Selasa (26/11/2019).

Dari data yang dipaparkan, di bulan Nopember dan Desember 2018, masing – masing barang bukti yang disita, seberat 5.671,07 gram dan 434,30 gram. Selanjutnya di tahun 2019, mulai bulan Januari berhasil menyita 2.107,03 gram, di bulan Februari dengan berat 1.131,55 gram dan Maret dengan 8.342,29 gram. Di bulan April, 1.447,49 gram, Mei 62,01 gram, Juni 377,98 gram, Juli 2.552,01 gram dan Agustus 418,6 gram.

Selanjutnya di bulan September terjadi pengungkapan terbesar dengan barang bukti yang disita, 20.023,81 gram. Kemudian di bulan Oktober, 731,85 gram dan bulan Nopember ini, disita barang bukti 12.280,24 gram.

“Dan ini sangat luar biasa sekali. Sat Resnarkoba Polres Nunukan yang dipimpin AKP I Eka Berlin, tiap minggu, tiap bulan ada pengungkapan,” kata Kapolres.

Ia menargetkan, akhir tahun nanti, baik Satresnarkoba maupun Sat Polair Polres Nunukan, harus terus gencar untuk melaksanakan pemberantasan narkotika karena letak Nunukan di wilayah perbatasan.

“Ini diawali dengan 20 kg, dan mudah – mudahan nambah terus. Jangan kendor, jangan berhenti dan merasa puas sampai di sini saja. Akhir bulan ini, ada pengungkapan lagi,” ujarnya.

Teguh menegaskan, Sat Resnarkoba termasuk Sat Polair harus terus gencar melakukan pemberantasan karena narkotika musuh negara. Disamping itu, ia meminta dukungan dari media untuk menggelorakan perang terhadap narkotika.

“Jadi kita bekerja tidak menuntut penghargaan, namun kita berusaha yang terbaik. Jangan sampai kalah dengan musuh negara ini,” tegasnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik