Headline

Semua Pihak Diminta Tangani Korban Kebakaran

Pemasangan tenda pengungsian oleh aparat TNI dan Polri beserta PMI dan BPBD Tarakan di sekitar lokasi kebakaran, kemarin (20/1/2020). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Batu dan pemukiman warga di belakangnya, membuat personel TNI dan Polri membantu proses pemadaman. Posisi pasar yang berada tidak jauh dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan, juga membuat Komandan Lantamal Laksamana Pertama TNI Judijanto turun ke lokasi kebakaran.

Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio pun juga tampak mendatangi lokasi kebakaran untuk mengawal jalannya proses pemadaman dan evakuasi. Mantan Wali Kota Tarakan ini meminta agar penanganan korban harus sinkron.

“Saya kebetulan baru turun dari speedboat, dapat informasi, saya langsung ke sini (lokasi kebakaran). Ini cobaan untuk masyarakat kita. Pemerintah kota dan provinsi harus sinkron untuk membantu korban,” harapnya.

Komandan Kodim 0907 Tarakan Letkol Eko Antoni Chandra yang juga turun ke lokasi kebakaran mengaku sudah menerjunkan seluruh personelnya, sekitar 175 orang dibantu personel dari Batalyon Raider 613 Raja Alam.

“Kami membantu proses evakuasi dan pemadaman api. Alat alcon kami masih stanby di sungai, sekitar TKP. Sementara ini, 4 tenda pengungsian sementara dan ambulance 613 bersama alat kesehatan beserta personel kami stanby juga. Nanti di tenda pengungsian juga akan kami tempatkan personel,” sebutnya.

Selasa (20/1/2020) hari ini, pihaknya akan membangun dapur umum untuk mendukung konsumsi selama tahap tanggap darurat. Personel kesehatan juga akan disiagakan sekitar 20 orang untuk di tenda pengungsian, mengantisipasi masyarakat yang terdampak sakit. Air bersih juga akan didukung menggunakan armada dari Kodim 0907 Tarakan.

Terpisah, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara AKBP Sutrisno Hady Santoso menuturkan, pihaknya juga menurunkan mobil water canon yang bisa dimanfaatkan untuk memadamkan api. “Beserta 80 personel Brimob untuk membantu proses pemadaman. Water canon ini disuplai dari tangki air yang ada. Kendala yang kami hadapi tadi, akses masuk di tengah, jalanan sempit sehingga kesulitan dan harus mengulur selang yang panjang untuk membantu titik api,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari