Tarakan

Sempat Telat, Pemberian Santunan Akhirnya Terealisasi

Wali Kota Tarakan Khairul menyerahkan secara simbolis santunan kepada korban kebakaran di aula kantor kecamatan Tarakan Utara. (Foto: Sofyan Ali Mustafa)

TARAKAN, Koran Kaltara Pemberian santunan kepada korban kebakaran di RT 15 Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara, akhirnya dapat terlaksana. Padahal target awal, sebelum posko dibubarkan program ini sudah dapat direalisasikan. Namun, terpaksa molor hingga dua pekan karena birokrasi yang mengharuskan tertib administrasi.

Di aula kantor kecamatan Tarakan Utara, Wali Kota Tarakan Khairul menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan korban kebakaran. Menurutnya, keterlambatan ini lebih dikarenakan aturan.

“Uang negara itu tidak bisa mau-maunya wali kota tetapi harus sesuai aturan, dalam satu tahun itu ada 2 penyusunan anggaran ada APBD murni dan APBD perubahan. Tetapi yang namanya bencana tidak bisa di-setting, kapan saja bisa terjadi. Oleh karena itu yang bisa kita berikan ya kebutuhan-kebutuhan yang mendesak seperti makanan dan tempat tinggal sementara,” terangnya, Kamis (11/7/2019).

Sedangkan untuk melakukan penataan kawasan Khairul mengaku masih menunggu persetujuan DPRD yang saat ini sedang berproses.

Dalam APBD perubahan, akan dilakukan penganggaran untuk melakukan penataan kawasan eks kebakaran di RT 15 Juata Laut.

“Saya serahkan semuanya ke tim perencanaan untuk membuat lebih detail, nanti habis itu baru kita putuskan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Karena kita belum tahu berapa anggaran yang didapat atau dibutuhkan, maka saya belum berani memutuskan apakah dilakukan reklamasi atau hanya sekedar penataan kawasan dengan memperbaiki jalan,” ucapnya.

Ditambahkan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tarakan Utara, Didit Kurniawan, musibah kebakaran yang pernah terjadi di RT 15 Kelurahan Juata Laut akhir Juni lalu menghanguskan 23 bangunan baik rumah pribadi maupun kontrakan.

kejadian ini menyebabkan 71 kepala keluarga (KK) mengalami kerugian materi hingga ratusan juta.

“Sebanyak 23 KK pemilik bangunan dan 48 KK penyewa, kalau untuk jumlah jiwa mencapai 208 orang. Semua korban sudah mendapatkan haknya, selanjutnya pemerintah sesuai dengan Pak Wali Kota akan melakukan penataan kawasan,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Tarakan yang turut membantu penggalangan dana untuk korban kebakaran, terkumpul hingga Rp242 juta dan dibagikan kepada korban sebesar Rp1.350.000 per KK dan akan diberikan kepada 71 KK. Data jumlah korban ini juga berdasarkan pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dana yang terkumpul di Baznas datang dari berbagai pihak, seperti hamba Allah asal Tana Tidung sebesar Rp2 juta, kemudian Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio sebesar Rp5 juta. Sumbangan spontan dari arga RT 7 dan 8 di daerah pos Juata Laut sebesar Rp1.040.000, selanjutnya dari AL dan HNSI sebesar Rp6.000.300, dari UBT yang dikumpulkan dari mahasiswa sebesar  Rp11.700.000.

Selain itu ada juga dari pribadi Hj. Nur Baiti sebesar Rp2,8 juta, hamba Allah Rp1.500.000 dan terakhir diterima Baznas dari Sembakung sebesar Rp 54 juta, dan dari beberapa sumber lainya, sehingga terkumpul hingga Rp242 juta. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa