Tarakan

Sembunyikan 1,7 Kg Sabu, Rudi Dituntut 20 Tahun Penjara

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Rudi, terdakwa kepemilikan 1,7 kg sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, 3 April lalu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hafidz Listyo Kusumo 20 tahun penjara. Sidang pembacaan tuntutan ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (7/11/2019).

Dalam tuntutannya, Jaksa berpendapat Rudi telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana menyimpan narkotika golongan I bukan tanaman, berat lebih dari 5 gram. Rudi disebut melanggar pasal 114 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rudi dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara. Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Hafidz membacakan tuntutan.

JPU juga meminta agar Majelis Hakim mewajibkan terdakwa membayar denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara. Kemudian, barang bukti dua unit HP dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan satu unit speedboat SB Nayra warna putih biru, GT2 No. 129 KLU-3 beserta mesin Yamaha 200 PK dikembalikan kepada kepemilikan yang berhak, melalui terdakwa.

“Kemarin ada saksi pemilik kapal dan mesinnya yang dihadirkan sebagai saksi dari terdakwa. Keterangannya, kapal ini sudah milik pemiliknya dan ada ditunjukkan kwitansi jual beli. Jadi, terdakwa sudah menjual kapal ini orang lain,” jelas JPU.

Ia menjelaskan, sebenarnya dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Rudi sempat menyebutkan kapal dan mesin merupakan miliknya. Namun, ternyata di persidangan ia menghadirkan saksi meringankan, orang yang diakuinya sudah membeli kapal miliknya.

“Kalau tidak ada yang mengaku pemilik, ya dirampas negara. Cuma nanti tidak tahu pertimbagan Majelis Hakim sepereti apa. Kami kan ngikut dari Kejati juga, tuntutan ini dari Kejati,” tandasnya.

Selasa (12/11/2019) Pekan depan, diagendakan akan mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Nunung Tri Sulistyawati. Rencananya, setelah pembelaan akan dilanjutkan pembacaan putusan.

“Dari saksi punya kwitansi, Rudi sudah jual kapal ini sejak lama sebelum penangkapan. Waktu pemiliknya ini ke Sulawesi, Rudi telepon pinjam kapalnya. Ternyata digunakan untuk ambil sabu, tapi pemiliknya tidak tahu. Karena pemiliknya ini berangkat kan, jadi ya dipinjamkan saja,” kata Nunung, dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin (8/11/2019)

Untuk diketahui, pengungkapan 1,7 kg sabu ini merupakan kerja sama BNN RI dengan Komando Armada II. Informasi berawal dari laporan tim intelejennya yang mengaku ada sabu dalam jumlah banyak, dikirim dari Malaysia menggunakan kapal.

Rudi diamankan di rumahnya di Kelurahan Selumit Pantai, sekira pukul 14.00 Wita, 3 April. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Rifat Munisa