Tarakan

Sembilan Pengedar Ditangkap Sat Reskoba

Sembilan tersangka (kiri), saat dilakukan tes urine di RSUD Tarakan. (Foto: Istimewa)
  • Satu Orang Tertangkap Bawa Psikotripika H5

TARAKAN, Koran Kaltara Sembilan orang diduga pengedar dan memiliki jaringan sabu di Tarakan diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan, Senin (4/2/2019). Meski ditangkap di lokasi yang terpisah, namun diduga para tersangka memiliki jaringan yang satu arah, meskipun berbeda koneksi.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskoba AKP Danang Yudiawan mengungkapkan pengungkapan sabu berawal dari rumah Doyok di Jalan Lingkas Ujung, RT 10.

Lima orang tersangka diamankan, AM alias Paci Muis (39), MN alias Doyok (35), SM alias Ancu (20), ML alias Edi (35) dan SF alias Paci Safar.

“Di rumah ini kami lakukan penggerebakan sekira pukul 00.15 Wita. Penggeledahan badan kami lakukan disaksikan Ketua RT setempat dan kami temukan barang bukti narkotika jenis sabu dan narkotika jenis inex di dalam sound system warna hitam dan di pot bunga yang berada di luar rumah,” ujar Kasat Reskoba.

Dari penggeledahan di Jalan Lingkas Ujung ini, kemudian berkembang lagi ke salah satu wanita berinisial HS alias Hasna (27), warga Jalan Pasir Putih yang datang menggunakan mobil merk Ayla dengan nomor polisi KT 1684 FF. Namun, saat dilakukan penggeledahan polisi hanya menemukan dua butir obat jenis psikotropika jenis Happy Five (H5).

“HS kami amankan sekira pukul 03.00 Wita. Kami menduga HS ini hendak melakukan transaksi narkoba dengan salah satu pelaku yang kami amankan di Lingkas Ujung. Tapi, kami hanya temukan 2 butir H5 warna orange, di lantai mobil di selah tempat duduk bagian depan yang di kendarai HS ini,” bebernya.

Berhasil mengamankan enam orang, pengembangkan dilanjutkan ke salah satu kamar di sebuah homestay di Jalan Slamet Riyadi. Menurut salah satu pelaku yang sudah diamankan, baru saja pesta sabu di homestay tersebut.

“Di kamar yang disewa HP alias Ari (25) ini ditemukan sabu 5,83 gram di atas kasur. Penggeledahan dilakukan sekira pukul 05.00 Wita. Tapi, kami amankan juga dua orang temannya, RS alias Gere dan JN alias Didi. Waktu kami lakukan tes urine, semua tersangka positif pengguna sabu,” ungkapnya.

Dari pengakuan Ari, sabu tersebut dibeli seharga Rp1,1 juta dari seseorang yang tidak dikenalnya. Namun, saat dilakukan penggeledahan di kamar yang disewa Ari ini juga ditemukan uang Rp15 juta, diduga hasil penjualan sabu dan turut dijadikan barang bukti.

“Kalau pembuktian apakah uang ini bukan hasil penjualan sabu, nanti di persidangan,” tandasnya.

Diakui Kasat Reskoba, para tersangka ini hampir semuanya pernah diamankan dan dilakukan penggeledahan sebelum ini. Namun, karena tidak ditemukan barang bukti akhirnya dilepaskan dan baru kali ini diamankan beserta barang bukti sabu dan obat terlarang jenis Inex dan F5.

“Tapi, memang terkenal dari kalangan pemain sabu mereka ini. Masing-masing memiliki koneksi dan jaringan sendiri, tapi kami menduga saling berkaitan,” ungkapnya.

Dari sembilan tersangka, Ari dan dua orang temannya dikenakan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang RI No. 35 tahun 2009. Sementara, AM alias Paci dan tiga orang temannya dikenakan Pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat 1 lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU No. 35 tahun 2009.

“Kalau HS berbeda sendiri pasal yang kami kenakan, yaitu Pasal 62 UU nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp60 juta,” tegasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Rifat Munisa