Ekonomi Bisnis

Sembako Luar Negeri dalam Pengawasan

Dir Krimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra saat diwawancara awak media persoalan pengawasan sembako jelang Ramadan. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Selain kebutuhan sembako dalam negeri yang menjadi atensi, beberapa sembako asal luar negeri juga menjadi perhatian serius jajaran Tim Satgas Pangan Kaltara. Terutama sembako asal luar negeri yang bisa mengganggu kestabilan harga sembako dalam negeri.

Menurut Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Krimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra, terganggunya stabilitas harga yang diakibatkan sembako luar negeri sangat memungkinkan terjadi pada saat Ramadan nanti.

Hal ini dikarenakan letak geografis provinsi ke-34 di Indonesia ini yang berada langsung di garis perbatasan akan sangat mudah sembako luar negeri utamanya dari Tawau masuk.

“Kalau memang itu mengganggu stabilitas harga, pasti kita akan tindak. Kita akan intens lakukan patroli,” katanya kepada Koran Kaltara.

Tidak hanya sembako yang merusak stabilitas harga, barang-barang yang segi keamanan dan kesehatannya diragukan, juga dalam pengawasan. Terutama daging beku, yang diprediksi kebutuhannya akan meningkat. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait terutama Balai Karantina untuk melakukan pengawasan di jalur masuk kapal.

“Kalau memang nanti kita temukan, langsung kita serahkan ke Karantina untuk dimusnahkan. Jangan sampai hanya membawa penyakit ke daerah kita melalui daging-daging itu,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan akan memproses hukum jika ada oknum pelaku usaha yang melakukan tindakan tersebut. Bahkan, apabila terbukti melakukan kecurangan ketika menaikkan harga, maka pihak kepolisian tak segan akan mempidanakan.

“Kalau kita selama inikan lebih mengedepankan pembinaan. Kalau untuk sembako yang masuk ilegal, itu kita serahkan ke Bea Cukai untuk segera membayar pajaknya. Kalau untuk daging beku, kalau memang Karantina menyatakan sehat untuk dikonsumsi, itu tidak akan kami tindak. Tapi kalau kesehatannya meragukan, langsung kita tindak,” tegasnya.

“Jangan sampai, momen Ramadan ini dimanfaatkan untuk meraup keuntungan banyak tapi merugikan banyak orang. Kebutuhan sembako dalam negeri juga akan jadi pengawasan kami, agar tidak ada lagi sembako luar negeri yang masuk,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Rifat Munisa