Hukum Kriminal Nunukan

Sebulan, Polres Nunukan Sita Sabu – sabu Seberat 12 Kg

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro (tengah) menunjukkan barang bukti sabu. (Foto: Sabri/Koran Kaltara)
  • Empat Kasus Diungkap, Semua Sabu Berasal dari Malaysia

NUNUKAN, Koran Kaltara – Satuan Resnarkoba Polres Nunukan dalam sebulan ini, Nopember berhasil mengamankan barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu – sabu seberat 12.280,24 gram (12 kg) dari pengungkapan beberapa kasus. Hal ini diungkapkan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro dalam konferensi pers di Mapolres Nunukan, Selasa (26/11/2019).

Kapolres Nunukan mengatakan, pengungkapan kasus pertama dilakukan pada 6 Nopember di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dengan satu orang tersangka ditangkap, yaitu Sabariah, berperan sebagai kurir membawa sabu – sabu dari Nunukan ke Pare – pare dan Bone.

Kemudian dilakukan pengembangan kasus hingga Bone. Di sana polisi berhasil mengamankan tersangka lainnya yaitu Akbar, bandar sekaligus pemilik barang. Sabu-sabu tersebut rencananya akan diedarkan dan diperjualbelikan di Bone.

Dari tersangka Sabariah dan Akbar, polisi menyita barang bukti sabu seberat 465,06 gram yang dikemas dalam bungkusan snack mini chipmore dan disimpan dalam jerigen yang dibungkus karung plastik. Dari kasus itu juga, satu bandar sabu di Tawau atas nama Asri menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Selanjutnya, kata Kapolres, pada tanggal 9 Nopember diungkap kasus narkoba, tepatnya di Pangkalan H. Putri dengan barang bukti sabu seberat 5 kg yang tersimpan di dalam sebuah karung plastik dan dikemas dalam kotak kardus bercampur milo.

Satu tersangka atas nama Ramlah yang berperan sebagai kurir ditangkap. Sabu-sabu itu dibawa kurir dari Tawau tujuan Parepare. Selain Ramlah, polisi juga menetapkan satu orang DPO di Makassar.

“Untuk Sabariah dijanjikan upah Rp50 juta, sedangkan Ramlah dijanjikan Rp30 juta,” kata Kapolres.

Ia mengatakan, seminggu berikutnya, tepatnya di tanggal 17 Nopember polisi kembali mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat 5 kilogram. Sabu-sabu itu diamankan dari rumah seorang tersangka bernama Sudirman, warga Tanjung Aru. Oleh tersangka, sabu dikemas dalam bungkusan milo dan disimpan dalam tas jinjing besar warna cokelat.

Berbeda dari Sabariah dan Ramlah, sabu yang disimpan Sudirman rencananya akan dibawa ke Samarinda. Polisi juga menetapkan satu orang sebagai DPO di Samarinda.

Selanjutnya di tanggal 18 Nopember, giliran Sat Polair Polres Nunukan yang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu – sabu di wilayah Pulau Sebatik. Satu tersangka atas nama Zulkipli ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 118,95 gram. Untuk kasus Zulkifli, Polisi menetapkan dua orang DPO yakni Adi dan Agustang.

“Jadi di bulan Nopember ini dari 4 kasus, kita berhasil amankan barang bukti sabu – sabu sebanyak 12.280,24 gram atau setara 12 kg,” pungkas Kapolres Nunukan. (*)

Reporter : Sabri

Editor: Didik