Pendidikan

SDN 013 Sesayap Terima Adiwiyata Tingkat Nasional

SDN 013 Sesayap menerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Tampak kepala sekolah dan para guru berfoto bersama sesaat setelah menerima penghargaan. (Foto: Istimewa/Dok SDN 013)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) perlu berbangga diri sebab SDN 013 Kecamatan Sesayap mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta pada 21 Desember lalu. Dari 875 sekolah se Indonesia yang dinyatakan lolos hanya 279 sekolah termasuk SDN 013…

TANA TIDUNG, Koran Kaltara– Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) perlu berbangga diri sebab SDN 013 Kecamatan Sesayap mendapatkan penghargaan adiwiyata tingkat nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta pada 21 Desember lalu.

Dari 875 sekolah se Indonesia yang dinyatakan lolos hanya 279 sekolah termasuk SDN 013 Sesayap tersebut. Kepala SDN 013, Endang Amor menyatakan bangga dengan penghargaan itu karena dengan jerih payah, kerja keras, perjuangan selama ini benar-benar membuahkan hasil.

Perolehan adiwiyata dianggap penuh perjuangan meski banyak yang pro dan kontra terjadi di dalamnya. “Tanpa kerja keras kita semua, maka tidak akan dapat meraihnya,” ucapnya.

Dengan berbekal penghargaan tingkat nasional tersebut akan banyak harapan dikerjakan di tahun-tahun mendatang. Penghargaan itu juga menjadi bukti SDN 013 Sesayap berwawasan lingkungan.

Tahun depan,  SDN 013 akan mengupayakan mengikuti Adiwiyata Mandiri. “Semoga dengan penghargaan ini peserta didik mampu menanamkan nilai-nilai karakter yang baik, peduli terhadap lingkungan dan cinta terhadap lingkungan yang bersih,” katanya.

Dia juga berharap sekolah-sekolah lainnya, khususnya yang ada di KTT, dapat termotivasi untuk membangun kerja sama yang baik di sekolahnya menghasilkan penghargaan terbaik menjadi sekolah adiwiyata berwawasan lingkungan,” harapnya. (*)

Reporter: Hanifa

Editor: Kaharudin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 26 Desember 2018