Hukum Kriminal

Satu Lagi, Mucikari Ditetapkan jadi Tersangka

Kanit PPA, IPTU Lince Karlinawati
  • Terlibat TPPO, Identitas Masih Dirahasiakan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Hasil pengembangan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan seorang mucikari berinisial GI, pihak kepolisian kembali menemukan seorang mucikari lagi. Mucikari tersebut pun, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihak kepolisian masih belum membeberkan identitas mucikari baru tersebut. Alasan masih dilakukan penyidikan.

“Kita belum tahan dia (tersangka). Tapi identitasnya sudah kita ketahui. Ini beda lagi dengan kasus dia (GI). Dia itu, mucikari juga dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit PPA, IPTU Lince Karlinawati, saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Selasa (27/8/2019).

Lince menuturkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan pihaknya, mucikari tersebut mengungkapkan jika awalnya adalah sebagai korban. Namun, lanjut Lince, karena sudah mengetahui bisnis esek-esek yang digeluti, mucikari itu juga akhirnya ikut menjajakan wanita lain kepada para lelaki hidung belang. Bahkan, hampir rata-rata yang dijadikan sebagai korban bisnisnya itu, merupakan anak yang masih di bawah umur. “Korbannya rata-rata anak di bawah umur. Itu sementara terus kita lidik juga,” ujar Lince.

Berbeda dengan GI, mucikari yang masih belum disebutkan identitasnya oleh kepolisian itu, menawarkan para wanita ke lelaki hidung belang dengan tarif harga Rp1 juta hingga Rp2 juta. Bahkan, dari pengakuannya, para pemesan yang kerap menghubunginya itu, dari berbagai kalangan. Bahkan, oknum pejabat yang ada di Kaltara juga, kerap meminta jasanya untuk menyiapkan PSK. Hanya saja, pihak kepolisian masih akan lakukan penyidikan terkait pemesan maupun siapa saja yang sudah menjadi korban dari GI.

“Kalau soal itu, kita masih akan lakukan penyelidikan lagi. Yang jelas, dia itu juga merupakan korban dulu. Tapi karena dia sudah tahu kerjaan seperti itu, dia lagi yang sebagai mucikarinya. Bahkan, ada anak di bawah umur yang menjadi korbannya sendiri,” imbuhnya.

Dari keterangan sementara yang didapatkan pihak kepolisian, mucikari yang terjun ke bisnis haram itu, lantaran tidak adanya pendampingan dari orang tua. Bahkan, kata dia, mucikari itu pernah dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di saat usianya masih SD. Namun, saat usianya beranjak dewasa, mucikari itu lebih sering mengenal dunia malam. Sedangkan, orang tuanya sendiri, tidak pernah memberikan pendampingan. “Dia itu, sudah pernah menikah. Tapi berjalan sebulan, dia cerai lagi. Setelah dia cerai, dia kembali suka keluar malam dengan mantan suaminya dan teman-temannya yang lain. Nah, mulai dari itu dia memulai bisnisnya ini. Awalnya dia itu, juga sebagai korban,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan
Editor : Eddy Nugroho