Headline

Satpol PP Buru ASN Keluyuran saat Jam Kerja

Hanip Matiksan

TARAKAN, Koran Kaltara – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan sejak Senin (7/10/2019) menggelar razia khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nongkrong di jam kerja. Sasarannya adalah warung kopi, rumah makan, dan pasar. Hal ini sesuai dengan surat perintah Wali Kota Tarakan, Khairul untuk mendisiplinkan abdi negara di lingkungan Pemerintah Kota  Tarakan.

“Sesuai dengan surat edaran Wali Kota, kita sudah sampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, bahwa sejak tanggal 7 Oktober sampai akhir Desember 2019 ini kita lakukan razia khusus untuk ASN. Beberapa hari ini kita sudah melakukan sweeping pegawai Pemkot Tarakan. Kita sisir 9 kelurahan yang diindikasikan banyak ASN nongkrong,” terang Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan, Hanip Matiksan, Rabu (9/10/2019).

Beberapa titik pantau yang menjadi sasaran Satpol PP dan PMK adalah warung kopi dan rumah makan. Selain itu, petugas juga melakukan penyisiran di Pasar Gusher, Tenguyun, Beringin, dan pasar Dayak. Dari beberapa lokasi yang menjadi titik pantau, Kampung Bugis yang berada di Kelurahan Karang Anyar paling banyak masukan bahwa ASN sering nongkrong.

“Setelah kami telusuri lokasi-lokasi yang sebelumnya kita petakan bahwa banyak ASN yang nongkrong, Alhamdulillah tidak menemukan apa-apa. Hal ini karena kami sudah memberitahukan kepada OPD yang ada bahwa Satpol PP dan  PMK melakukan razia,” ucapnya.

Tidak adanya ASN yang terjaring razia selama beberapa hari terakhir, kata Hanip karena kesadaran pegawai sudah sangat tinggi untuk bekerja dengan baik melayani masyarakat. Tetapi jika dalam razia menemukan ASN yang nakal akan langsung dilaporkan ke Kepala OPD yang bersangkutan. Kemudian ASN yang bandel langsung diberikan sanksi sesuai besar-kecilnya pelanggaran.

“Sanksi mulai dari teguran, tertulis, hingga tindakan disiplin lainnya. Ini berlaku untuk semua ASN di lingkungan Pemkot Tarakan, baik kepala OPD, kepala bidang, staf maupun tenaga honor. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara. Jika kami menemukan ASN-nya nongkrong di Tarakan akan kita laporkan ke atasannya untuk mendapatkan sanksi. Hal ini dilakukan, jangan sampai ASN Tarakan sudah tidak keluyuran tetapi masih dicap jelek. Padahal yang nongkrong merupakan ASN dari Pemprov Kaltara,” bebernya.

Bagi masyarakat yang melihat ada ASN nongkrong di jam kerja, dapat melaporkan ke Satpol PP dan PMK untuk segera ditindaklanjuti. Dalam misi razia ini, Satpol PP dan PMK  menggandeng Inspektorat, Bagian Hukum Sekretariat Pemkot Tarakan, dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan. Sedangkan personel yang melakukan razia setiap harinya terdapat 4 pleton.

“Selama tiga bulan ke depan, sampai akhir Desember akan kami benahi disiplin ASN Tarakan. Di utara juga kita pantau karena razia kita bagi tiga setiap harinya, yaitu pagi, siang, dan sore,” pungkas Hanip. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari