Headline

Sambangi Korban Kebakaran, Irianto Beri Santunan Rp4 Juta Per KK

Gubernur Irianto Lambrie menyerahkan bantuan ke korban di Tarakan.

TARAKAN, Koran Kaltara– Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Sabtu pagi (25/1/2020) mendatangi lokasi

kebakaran di Pasar Batu Kelurahan Sebengkok, dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di Kaltara ini juga mengunjungi posko pengungsian yang dipusatkan di halaman Masjid At Taqwa, sekaligus memberikan bantuan berupa santunan uang tunai sebesar Rp4 juta per kepala keluarga (KK).

Untuk memastikan kenyamanan pengungsi, Irianto memeriksa fasilitas yang ada di posko pengungsian, serta memastikan sarana dan prasarana berfungsi dengan baik. Seperti tempat pemeriksaan kesehatan maupun dapur umum.

Gubernur saat meninjau lokasi pengungsian.

Setelah berkeliling melakukan pemeriksaan, Irianto menemui warga korban kebakaran di dalam masjid yang sejak pagi menunggu kedatangannya. Secara simbolis, gubernur menyerahkan paket bantuan secara simbolis kepada 10 perwakilan korban.

“Pemberian santunan ada uang tunai Rp4 juta yang berasal dari sumbangan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara dan alhamdulillah terkumpul lebih dari Rp200 juta. Kemudian ada yang berasal dari infaq dan sodakoh para pejabat Kaltara dan sisa dana yang terkumpul untuk bencana gempa dan tsunami Palu Sulawesi Tengah tahun lalu,” terangnya.

Uang santunan ini diharapkan dapat digunakan secara bijak, jangan terlalu boros dan disarankan untuk membuka usaha yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan. Sehingga saat status tanggap darurat dihentikan sudah bisa mendiri mencari nafkah untuk keluarga masing-masing tidak mengharapkan uluran tangan maupun bantuan pemerintah.

“Bantuan lainya ada selimut dan perlengkapan tidur lainya, sedangkan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan PKK ada bantuan makanan, sedangkan anggota DPR RI ada memberi sarung dan perlengkapan ibadah, sebagai bentuk simpati,” ucapnya.

Salah satu korban kebakaran yang tinggal di RT 24 Kelurahan Sebengkok, Heni mengatakan, bahwa uang santunan tersebut akan digunakan untuk modal usaha, seperti arahan Gubernur Kaltara. Selama ini, ibu satu anak ini mencari nafkah dengan berjualan di rumah, karena keterbatasan fisik yang memaksanya harus berada di kursi roda.

“Jualan kerupuk, jajanan anak-anak dan saya lakukan di rumah saja karena tidak bisa beraktivitas. Rumah yang saya tempati sewa, dan baru dua bulan saya tempati. Nanti belum tahu mau tinggal dimana, karena informasinya masih simpang siur, katanya ada yang mau ditempatkan di Rusunawa tetapi kalau di sana saya tidak bisa berjualan akan mencari rumah sewa saja,” ungkapnya.

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Didik