Kaltim

Samarinda Dikepung Genangan Air

Pantauan CCTV Dishub Kota Samarinda Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS) Simpang Lembuswana. (Foto: Antara)
  • Genangan Tertinggi di Lempake Hingga 100 Cm

SAMARINDA – Hujan yang turun beberapa hari terakhir dan merata hampir di seluruh wilayah di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur membuat ibu kota Provinsi tersebut seperti dikepung oleh genangan air, tidak hanya kawasan permukiman tetapi juga sejumlah ruas jalan utama di kota tersebut.

Sebagaimana pantauan, Selasa kawasan yang selama ini menjadi “langganan” genangan air atau banjir, hingga Selasa pukul 12.00 Wita ketinggian bervariasi hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Hingga pukukl 13.00 Wita, hampir seluruh kawasan yang terpantau melalui CCTV di Kota Samarinda tersebut semuanya tergenang dengan ketinggian yang berbeda. Banjir menghambat lalu lintas kendaraan di beberapa ruas jalan, termasuk Jalan Dr Sutomo, Jalan Panjaitan, Jalan Sentosa, danJalan Suryanata di Kota Samarinda.

Menurut Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara banjir melanda lima wilayah kelurahan di Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Sambutan.

“Genangan tertinggi pada hari ini pukul 13.00 WITA yaitu di wilayah Lempake, dengan ketinggian air 80 sampai 100 cm. Yang terendah di wilayah Sambutan dengan ketinggian air 15 sampai 30 cm,” kata Kasie Operasi Basarnas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Octavianto.

Dia mengatakan bahwa petugas Basarnas bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda saat ini fokus mengevakuasi korban banjir.

Menurut data sementara Basarnas, banjir berdampak pada 1.009 keluarga yang terdiri atas 3.732 orang di Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Sambutan.

Di Kecamatan Samarinda Utara, banjir terjadi di Kelurahan Sempaja Timur dan Lempake, berdampak pada 561 keluarga yang terdiri atas 1.960 warga. Menurut sukarelawan, beberapa warga di Sempaja meminta dievakuasi dari rumah mereka.

Selain itu banjir berdampak pada 325 keluarga yang terdiri atas 1.293 warga di Kelurahan Temindung Permai dan Gunung Lingai di Kecamatan Sungai Pinang serta mempengaruhi 123 keluarga yang terdiri atas 489 orang di Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan. (*)

Sumber: Antaranews