Headline

Sabu 5 Kg Diblender Tersangka

Tersangka 5 kg sabu, NL memusnahkan barang bukti miliknya dengan cara diblender. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • NL, Ibu Rumah Tangga asal Sebatik

TARAKAN, Koran Kaltara – Tersangka kurir 5 kg sabu, NL memusnahkan sendiri barang bukti sabunya denga cara diblender. Penasihat hukumnya, Thamrin Palondongan dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tarakan turut menyaksikan pemusnahan sabu ini di Mako Direktorat Polairud Polda Kaltara, Jumat (14/2/2020).

Sebelum dimusnahkan, bagian dari setiap bungkus di 5 kg sabu ini diambil untuk dijadikan sampel barang bukti di Pengadilan Negeri Tarakan. Usai diblender, sabu kemudian dibuang ke dalam pembuangan di kamar mandi yang ada di Mako Direktorat Polairud Polda Kaltara.

Direktur Polairud Polda Kaltara, Kombes Pol Hery Sasangka saat dikonfirmasi usai pemusnahan, menuturkan, untuk penyidikan dan berkas perkara saat ini sedang persiapan tahap 1. “Insya Allah dalam waktu dekat kita segera mengirim berkas ke Kejaksaan untuk tahap 1, tapi berkas ini akan diteliti Jaksa lagi,” ujarnya.

Karena Mako Dirpolairud Polda Kaltara di Kelurahan Juata Laut ini belum memiliki rumah tahanan (rutan), sementara dititipkan di Rutan Polres Tarakan hingga proses penyidikannya selesai. Selanjutnya, setelah pemberkasan selesai, NL akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tarakan.

Sementara untuk proses penyidikan ini, tidak hanya ditangani penyidik Direktorat Polairud Polda Kaltara, tetapi akan berkoordinasi dengan Direktorat Reskoba Polda Kaltara. NL disangkakan Pasal 112 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Untuk pengembangan, kita berkoordinasi dengan BNNP Kaltara dan Dit Reskoba Polda Kaltara. Pengembangan saat ini sedang berjalan. Handphone NL disita juga, sebagai barang bukti. Ada kita temukan komunikasi terkait pengiriman sabu ini dengan NL,” bebernya.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Fatkhuri melalui Kasi Pidana Umum Banan Prasetya menambahkan, karena penangkapan dilakukan Polda Kaltara maka kasus ini akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Kaltim. “Kalau berkas perkara pasti masuk ke Kejaksaan Tinggi Kaltim. Karena di Kaltara belum ada Kejaksaan Tinggi. Jadi, tahap 1 akan ke Jaksa di Kejaksaan Tinggi Kaltim,” tuturnya.

Sedangkan untuk masalah persidangan, Banan mengaku akan melihat lebih lanjut. Melihat dari asas manfaat, apakah disidangkan di Nunukan karena penangkapan di wilayah Sebatik, Nunukan. Tapi, mempertimbangkan sidang di Tarakan, jika merujuk pada pasal 84 KUHAP karena sebagian besar saksi di Tarakan, maka Pengadilan Negeri Tarakan berwenang untuk mengadili perkara.

“Jadi, nanti kita lihat ke depannya petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Kaltim seperti apa. Sejauh ini belum ada koordinasi, karena kita masih terima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan). Tahap 1 nanti kan baru masuknya berkas perkara untuk penelitian pertama,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, NL yang kesehariannya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga asal Sebatik, Nunukan ditangkap aparat Direktorat Polairud Polda Kaltara di depan rumahnya. Sabu seberat 5,88 kg dengan kode AAA di setiap bungkus, diduga berasal dari Burma. Sabu ini ditemukan di dalam tas ransel yang dibawa NL.

NL ditangkap di depan rumahnya, usai transaksi sabu dengan kurir lainnya sekira pukul 01.00 Wita pada 3 Februari lalu. Sabu diduga berasal dari Tawau, Malaysia dan rencananya akan dibawa NL ke Samarinda, Kaltim menggunakan jalur darat. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Nurul Lamunsari