Headline

RS Pratama Didesak Segera Beroperasi

RS Pratama di Krayan menunggu penyediaan tenaga dan alat kesehatan. (Foto: Dokumen/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan khususnya di wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), sejumlah rumah sakit (RS) Pratama telah dibangun. Salah satunya di Krayan Kabupaten Nunukan. Hanya saja, hingga awal Tahun 2020 ini, RS tersebut tak kunjung beroperasi.

Hal tersebut kembali disoroti oleh anggota DPRD Kaltara, Najamuddin. Melalui Fraksi Demokrat, ia mendorong agar pemerintah dapat mengambil langkah agar fasilitas kesehatan tersebut dapat difungsikan. Hal itu berkaitan dengan pelayanan pasien rujukan yang selama ini mengandalkan rumah sakit yang ada di wilayah kota dengan akses udara menggunakan pesawat terbang.

“Berhubungan dengan pelayanan pasien rujukan, kami Fraksi Partai Demokrat meminta agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga dapat mendukung dan mempercepat penggunaan Rumah Sakit Pratama yang ada di Krayan yang sudah kurang lebih 3 tahun berdiri dan sampai sekarang belum dimanfaatkan karena tidak adanya fasilitas. Dengan pengadaan fasilitas-fasilitas dasar maka jumlah pasien rujukan ke RSUD Tarakan, RSUD Nunukan akan berkurang dan mencegah adanya pasien rujukan yang meninggal dikarenakan tidak adanya jadwal penerbangan atau mahalnya biaya yang harus disiapkan oleh keluarga pasien,” beber Najamuddin, Senin (27/1/2020).

Selain itu, dalam pelayanan di bidang kesehatan, ia juga meminta agar sosialisasi program Ambulans Udara dari Provinsi lebih dimaksimalkan. Pasalnya, tidak banyak warga yang mengetahui fasilitas tersebut padahal sangat membantu keluarga pasien rujukan darurat.

“Contohnya Kabupaten Malinau dan Nunukan yang telah menjalankan program ini dan sudah bekerja sama dengan maskapai penerbangan MAF (Mission Aviation Fellowship). Dengan metode informasi berjenjang dari Gereja ke Kepala Puskesmas lalu laporan akan diteruskan kepada Dinas Kesehatan,” katanya memberikan contoh.

Diharapkan juga program tersebut dapat membantu masyarakat dengan program tambahan. Yakni, terhadap pengangkutan jenazah bagi pasien rujukan yang tidak dapat tertolong lagi. “Karena biaya pengangkutan jenazah lebih mahal dibandingkan membawa pasien rujukan dan pasti memberatkan keluarga yang sedang berduka,” ungkapnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, dua rumah sakit  pratama yang dibangun di wilayah perbatasan dan pedalaman Krayan dan Sebuku, Kabupaten Nunukan, siap dioperasikan  tahun 2020. Setelah usulan Pemprov Kaltara  tentang pengadaan alat kesehatan di dua rumah sakit tersebut ke Kementerian Kesehatan diakomodir di APBN Tahun 2020.

Dikatakan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, melalui APBN tahun ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pengadaan alat kesehatan di dua RS Pratama tersebut.

“Seperti yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, saat ini, Dinkes provinsi dan kabupaten terus berkoordinasi dengan Kemenkes sembari menunggu pemanggilan untuk memenuhi kelengkapan administrasi yang dibutuhkan serta memaparkan kondisi RS Pratama itu,” kata gubernur belum lama ini.

Apabila anggaran pengadaan alkes telah tersedia, Kemenkes berharap dapat segera dilakukan pengadaan. Utamanya, pengadaan alkes yang benar-benar dapat dioperasikan. Seperti radiologi, USG, alat operasi, anastesi, peralatan laboratorium dan lainnya.

“Setelah alkes terpenuhi, nantinya untuk kebutuhan RS pratama akan dilanjutkan dengan pemenuhan tenaga kesehatan. Utamanya, dokter spesialis dan dokter internship,” terangnya. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari