Nunukan

Ribuan Logistik Tunggu Jadwal Lelang

Ribuan logistik tampak berada di depan Kantor KPU Kabupaten Nunukan. (foto: Asrin/Koran Kaltara)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Ribuan logistik bekas Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu, hingga kini masih memenuhi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan. Bahkan, kotak suara ini masih bertumpuk di depan Kantor KPU Nunukan, karena gudang yang ada tidak bisa menampung semuanya.

Ketua KPU Nunukan Rahman mengatakan sudah ada perintah melakukan lelang terhadap ribuan logistic tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada surat perintah jadwal lelangnya.

“Nanti akan dilelang, siapa pesertanya yang akan diikut, nanti akan ada perjanjian dengan pemenang lelang untuk surat suara itu harus dihancurkan,” terangnya kepada Koran Kaltara, Senin (2/12/2019).

Dia merincikan logistik Pileg 2019 yang dimusnahkan terdiri dari DPRD, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden. “Untuk surat suara sekitar 135.755. Ini untuk satu jenis. Nah, ini dikalikan 5 surat suara. Karena kemarin ada lima surat pemilihan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan kotak suara berdasarkan jumlah TPS di Kabupaten Nunukan sebanyak 757 kotak suara. Angka ini dikalikan dengan 5 kotak suara. “Sudah kita laporkan untuk dilakukan lelang. Cuma sejauh ini belum turun surat perintah jadwal lelangnya,” terangnya.

Menurut dia, apabila surat pemusnahan sudah terbit, maka ada mekanisme yang perlu dilakukan. Yakni, mendaftarkan pengumuman harganya. Kemudian, akan terjadi penawaran dari pemenang lelang. “Sebenarnya hal ini memang cukup memakan waktu lama. Karena banyak mekanisme yang harus dipenuhi,” tuturnya.

Dia tak menampik jika saat ini keberadaan logistik sangat memenuhi Kantor KPU. Sebab, gudang KPU dinilai sempit tak cukup menyimpan semua logistik.

“Makanya kita simpan sebagian di depan kantor karena tidak cukup di dalam gudang,” tuturnya.

Terlepas dari semua itu, Rahman berharap jadwal lelang bisa segera ditetapkan dari pusat, sehingga bisa dilakukan pemusnahan. “Tapi, yang jelas kita tetap mengikuti prosedur. Intinya, kita masih menunggu perintah, baru bergerak,” pungkasnya. (*)

Reporter :  Asrin

Editor : Sobirin