Hukum Kriminal

Residivis Penggelapan Ditangkap Curi Motor

AA dan AS, pelaku curanmor yang ditangkap unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Residivis kasus penggelapan di daerah Sekatak, Bulungan, AS ditangkap usai mencuri motor di parkiran salah satu rumah warga di Jalan Mulawarman, awal Juli lalu. AS pun sempat buron dan akhirnya ditangkap pada Jumat (5/7/2019) lalu di rumah kos, Jalan Karang Anyar.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika menuturkan, pencurian motor yang terjadi di Tarakan ini memang sudah meresahkan masyarakat.

Bahkan, sebenarnya AS ini juga pernah melakukan pencurian di daerah Sulawesi, ditangkap di Sekatak karena kasus penggelapan kemudian menghabiskan masa hukumannya di Nunukan.

“Pelaku AS ini bukan asli warga Tarakan dan diduga kerap mencuri motor di daerah lain, selain itu dirinya juga pernah ditangkap di daerah Sekatak, Bulungan atas kasus penggelapan. AS ini juga pelaku pencurian lintas provinsi,” katanya.

Selain AS, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan juga mengungkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) lainnya, berinisial AA di sekitar Kelurahan Selumit Pantai sehari sebelum penangkapan AS.

Kedua pelaku curanmor ini, sebenarnya bukan satu komplotan curanmor. Namun, modus yang digunakan keduanya hampir sama, yaitu dengan merusak stop kontak menggunakan elektrikal untuk menghidupkan motor.

“Kalau AA mencuri motor Maret lalu, di sebuah rumah di Selumit Pantai. Kita berhasil ungkap dua pelaku ini karena informasi dari masyarakat yang menyebutkan kalau AA dan AS ini curiga, tidak punya pekerjaan tapi ada motor dan tidak dilengkapi nomor kendaraan,” tuturnya.

Dari keterangan warga ini, kemudian polisi melakukan penyelidikan. Keduanya pun dibekuk di dua lokasi berbeda dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa penyidik, Ganda mengungkap, kedua pelaku ini nekat mencuri lantaran terdesak masalah ekonomi. Rencananya, motor yang berhasil keduanya curi akan dijual lagi, namun belum sempat menjual keduanya lebih dulu diamankan petugas.

“Pelaku mencuri motor ini untuk digunakan kalau bepergian, memang keduanya baru mau memasarkan motor hasil curiannya, tapi sudah ditangkap duluan sama petugas,” ungkapnya.

Ganda memastikan, pihaknya akan terus berupaya mengungkap aksi curanmor yang meresahkan masyarakat Tarakan. Apalagi, belakangan ini aksi curanmor semakin marak terjadi bahkan setiap dua hari sekali ada saja satu laporan kasus pencurian.

“Kasus ini akan kami kembangkan lagi, guna mengungkap aksi curanmor lainnya di Tarakan. Sedangkan untuk AA dan AS akan dikenakan pasal 362 KUHP, ancamannya 5 tahun penjara,” katanya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Didik Eri Sukianto