Bulungan

Rehab Total Belum Bisa, Bupati Inginkan Fasilitas Pasar Dimaksimalkan

engelolaan Pasar Induk Tanjung Selor diharapkan bisa lebih baik. (Foto :Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Seiring dengan adanya penambahan bangunan baru di Pasar Induk Tanjung Selor, Bupati Bulungan H Sudjati menginginkan pengelolaannya bisa lebih baik. Menurutnya, perlu sinergi bersama, agar pengelolaan fasilitas umum semakin baik. Apalagi kaitannya dengan kebersihan.

“Kita pastinya mau terus perbaikan. Dengan bangunan yang ada kita maksimalkan, Karena keuangan daerah juga masih tebatas. Saya berharap bangunan baru ini, kita jaga Bersama. Agar baik pedagang maupun masyarakat yang ke pasar bisa lebih nyaman,” ujarnya.

Seperti diketahui, terkait bangunan lama, keluhan dan permintaan perbaikan sudah sejak lama diharapkan. Namun hingga saat ini belum bisa dilakukan. Kondisi bangunan pasar yang lama juga masih menjadi pekerjaan rumah oleh Pemkab Bulungan, dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Bulungan Ajer Supriyono mengatakan,  sejauh ini pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan di Pasar Induk. Di antaranya untuk pengelolaan dan pengaturan pasar, saat ini sudah ada perbaikan-perbaikan.

Mengenai pasar lama, pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan inventarisasi kerusakan.  Terkait anggaran pun telah diusulkan untuk perbaikan. Akan tetapi seperti diketahui, anggaran daerah juga masih mengalami defisit.

“Kalau untuk perbaikan sementara masih belum. Mungkin bisa kalau perbakian kecil-kecil dulu. Karena saat ini rehab, apalagi rehab total belum bisa teranggarkan,” katanya.

Pantauan di lapangan, sejauh ini kondisi fisik Pasar Induk Tanjung Selor tak dipungkiri banyak mengalami kerusakan. Rencana revitalisasi bangunan secara menyeluruh, belum kunjung terealisasi.

Kondisi paling mencolok yang dapat dilihat langsung saat mengunjungi pasar induk, adalah kanopi lokasi parkiran depan yang tidak lagi sempurna. Dimungkinkan karena sudah lapuk, bahan kanopi yang berupa fiber rapuh, mengakibatkan kanopi bolong.

“Sementara ini kita merencanakan pengaturan pasar yang ada dulu. Itu yang bisa kita lakukan,  ada perbaikan pun mungkin hanya perbaikan kecil tergantung anggaran juga,” jelasnya. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Eddy Nugroho