Headline

Rebutan Jalur, Pemotor Tembak Xenia Putih

Lubang bekas tembakan yang dikeluarkan pemotor tidak dikenal, tembus hingga ke radio bagian dashboard mobil. (Foto : Istimewa)
  • Polisi Buru Pelaku dan Dalami Motif Penembakan

TARAKAN, Koran Kaltara – Baru saja pulang dari Tempat Hiburan Malam (THM), mobil yang dikendarai HN ditembak orang yang tidak dikenal dari arah belakang. Untung saja, tembakan tersebut tidak sampai melukai para penumpang di dalam mobil merk Xenia warna putih tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika menuturkan, kejadian sekira pukul 04.30 Wita, Kamis (18/7/2019). Saat itu HN mengendarai mobilnya bersama dua orang teman wanita dan satu orang lelaki.

Kasat menerangkan, HN pulang dari THM di Jalan Kampung Satu, sekira Pukul 03.00 Wita. Kemudian menuju ke Jalan Karang Balik untuk membeli makanan. Karena tidak makan di tempat hanya satu orang yang turun. Usai membeli makanan, HN langsung ke arah Kampung Satu, melintasi Jalan Jendral Sudirman dan Jalan RE Martadinata.

Sampai di Jalan RE Martadinata, melintasi simpang empat lampu merah ladang, HN baru menyadari ada orang yang mengendarai motor dibelakangnya. Saat motor ini melewati mobilnya, tidak lama HN kemudian menyalip dan saling membalap hingga melewati Stadion Datu Adil dan sampai di Jalan Pulau Bunyu.

“Di Jalan Pulau Bunyu, setelah saling rebutan jalur di jalan, pengendara motor mengeluarkan senjata api jenis pistol dari pinggang sebelah kanan. Penumpang di dalam mobil ada yang lihat, jadi pas pemotor pegang pistol di tangan kanan dan tidak pegang gas motornya, HN langsung melewati motor. Saat itulah, pemotor melepaskan tembakan dari belakang mobil,” ujar Kasat Reskrim, Jumat (19/7/2019).

Tembakan yang dilepaskan pelaku ini tembus hingga ke kursi kedua dan radio mobil. Polisi pun sudah mengamankan proyektil peluru yang ditembakkan pelaku, dengan membongkar radio. Rencananya proyektil akan dikirim ke laboratorium forensik di Surabaya.

“Penyidik sudah terbang ke Surabaya. Setelah itu kami akan menunggu hasilnya dan melakukan penyelidikan lagi. Hasil uji laboratorium ini nantinya bisa menjelaskan peluru kalibernya saja. Tapi, kita belum tahu apakah senjatanya jenis rakitan atau organik,” ungkapnya.

Menurut keterangan saksi, pelaku hanya sendiri mengendarai motor jenis matik. Ciri pelaku berambut panjang dan berperawakan sedang. Namun, korban mengaku tidak kenal dan tidak pernah melihat pelaku sebelumnya, termasuk saat para saksi dan korban di THM atau di jalan.

“Sebelum melepaskan tembakan, saat kebut-kebutan rebutan jalur di jalan itu, HN sempat membuka kaca mobilnya dan mengatakan ‘kenapa bos’? Tapi, pelaku tidak menjawab dan terus saja membalap mobilnya,” tuturnya.

Olah tempat kejadian perkara langsung dilakukan pukul 07.00 Wita, untuk mencari selongsong peluru, namun tidak ditemukan. “Keterangan korban, senjata yang digunakan jenis pistol. Kalau benar, berarti selongsong peluru akan keluar bersama proyektil. Tapi, kalau revolver senjatanya, selongsongnya di dalam,” katanya.

Pihaknya juga kesulitan mencari saksi mata selain penumpang di dalam mobil. Karena, tidak ada warga yang mengatakan mendengar ada suara tembakan di lokasi kejadian. Ganda mengaku sedang mengumpulkan rekaman dari CCTV di area yang dilewati HN.

“Kami baru meminta keterangan saksi korban, itu pun kami menunggu karena waktu itu korban masih mabuk. Saat ini kami juga sedang mengumpulkan profiling para korban, untuk mengetahui dugaan motif pelaku melepaskan tembakan. Kami juga akan mendata siapa saja yang memiliki senpi di Tarakan,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari