Headline

Ratusan PNS Se-Kaltara Terjaring Razia Lalu Lintas

Selain kendaraan umum, tak sedikit kendaraan milik para PNS juga ikut terjaring dalam Operasi Zebra. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Hasil Operasi Zebra, Kendaraan Roda Dua Dominasi Pelanggaran

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kesadaran para PNS di Provinsi Kaltara akan tertib berlalu lintas, nampaknya masih jauh dari harapan. Berdasarkan hasil rekapitulasi Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Dit Lantas yang mencatat, sebanyak 207 PNS melanggar lalu lintas selama operasi Zebra 2019 berlangsung. Bahkan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 27 persen dibandingkan operasi Zebra 2018 yang hanya sebanyak 163 pelanggar.

“Yang paling banyak itu pasti berkaitan dengan surat-surat dan kelengkapan. Baik itu surat kendaraanya sendiri ataupun SIM dari pelanggar itu. Dalam operasi kali ini kan ada beberapa prioritas yang memang jadi perhatian kita,” kata Dir Lantas Polda Kaltara, Kombes Noviar melalui Wadir Lantas, AKBP Budi Rachmat saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Kamis (7/11/2019).

Tidak hanya dari kalangan PNS, pelajar atau mahasiswa juga cukup banyak terjaring dalam operasi yang digelar sejak 23 Oktober hingga 5 November itu. Jumlah pelanggar pelajar atau mahasiswa sebanyak 600, menurun dibandingkan pada tahun 2018 yakin sebanyak 625 pelanggar. Namun dari kalangan masyarakat umum tentu berada paling puncak dalam pelanggaran dengan 1.207. angka ini juga meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 738.

“Paling mendominasi tentu masyarakat umum. Jenis pelanggarannya semua, hampir sama. Yaitu masalah kelengkapan kendaraan hingga tidak membawa SIM saat berkendara. Hampir rata-rata yang melanggar menggunakan roda dua,” jelasnya.

Untuk kendaraan, jenis roda dua yang memang masih banyak pelanggaran. Untuk di tahun 2019 ini, jumlah kendaraan roda dua yang terlibat pelanggaran sebanyak 2.237. Angka itu mengalami peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.055 pelanggaran. Untuk Dilihat dari jumlah pelanggaran lalu lintas, jumlah pelanggaran mengalami peningkatan  sebanyak 491 perkara atau 15 persen. Untuk tilang mengalami peningkatan dari 2208 meningkat menjadi 2652.  Begitu halnya dengan teguran yang juga mengalami peningkatan dari 1148 tahun 2018 menjadi 1195 ditahun 2019 ini.

“Kalau dari pantau kami, semua mengalami kenaikan. Jenis pelanggarannya pun bermacam-macam. Dalam operasi kita ini, memang ada tujuh prioritas pelanggaran yang kami atensi. Tapi selama kami melakukan operasi, sosialisasi juga selalu kita berikan kepada pengendara,” imbuhnya.

Untuk kecelakaan sendiri, lanjut dia, dalam operasi kali ini pihaknya menangani satu korban jiwa. Kejadian tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Bulungan dengan satu orang meninggal dunia. Sementara untuk daerah lainnya, kecelakaan yang terjadi hanya mengalami luka hingga kerugian material. “Ada satu di Bulungan (korban jiwa). Kalau daerah lainnya itu tidak ada. Tapi ada juga yang mengalami luka berat juga. Tapi tetap akan kita sosialisasikan terus, untuk menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Kaltara ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ramlan

Editor : Nurul Lamunsari