Headline

Ratusan Balpres Malaysia Dibakar dan Ditanam

Pemusnahan ratusan ballpress pakaian bekas hasil pengungkapan Bea Cukai Tarakan, dengan cara dibakar dan ditanam, kemarin (13/2/2020). (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Indonesia Tidak Terima Impor Pakaian Bekas

TARAKAN, Koran Kaltara – Ratusan balpres asal Malaysia, barang bukti perkara kepabeanan dimusnahkan Kejaksaan Negeri Tarakan bersama perwakilan Pengadilan Negeri dan Bea Cukai Tarakan, Kamis (13/2/2020). Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan (Kajari), Fatkhuri menuturkan, barang bukti tindak pidana kepabeanan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Salah satunya, ada yang putusan akhirnya dirampas untuk dimusnahkan. Sehingga, tidak bisa dipergunakan lagi,” ujarnya, dikonfirmasi usai memimpin pemusnahan.

Perkara kepabeanan, dengan terpidana Muhammad Rani sebelumnya diputus bersalah dan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, barang bukti dirampas untuk dimusnahkan. Rani diputus 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Saat ini, Rani masih menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan.

Pemusnahan dilakukan dengan dua cara, pertama dibakar dan selanjutnya sebagian barang bukti ditimbun di lokasi tempat pembuangan sampah akhir di Jalan Aki Babu. Kajari menyebut, ada dua cara pemusnahan barang bukti karena memang rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.

“Kalau dibakar kan jadi hancur. Kalau dibakar semuanya, nanti api menimbulkan asap dan akhirnya ada polusi baru. Sedangkan kalau ditimbun kan terurai juga dan tidak bisa digunakan kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, Muhammad Rani, nakhoda KM Cahaya Baru ditangkap Bea Cukai Tarakan saat melintas di Muara Tudung, dalam perjalanannya ke Bulungan pada 13 Agustus lalu. Ia ditetapkan tersangka setelah diketahui kapalnya memuat ratusan balpres berisi ambal, pakaian bekas dan barang asal Malaysia, dari Sebatik, Nunukan.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Tarakan Minhajuddin Napsah menambahkan, semua pakaian bekas terutama yang diimpor jelas dalam Peraturan Menteri Perdagangan, dilarang. “Kami sebagai garda didepan, dititipi tugas itu (pengawasan barang impor). Jadi, kalau itu impor dan berisi barang bekas, kita akan lakukan pencegahan,” tegasnya.

Pengawasan, kata dia, dengan meningkatkan intensitas maupun kualitas melalui patroli laut dan darat, termasuk perbatasan, sebagai wewenang Bea Cukai. Pihaknya, selalu berkoordinasi dengan Bea Cukai Nunukan agar semakin dinamis dalam mengungkapkan barang impor selundupan yang masuk melalui jalur Tawau, Malaysia.

“Ini sebagai bukti, setelah kita lakukan penegahan langsung diserahkan ke Kejaksaan berkas penyidikannya untuk dilanjutkan. Balpres ini tidak bisa dihibahkan lagi, jadi tentu salah satu metode pemusnahannya adalah dibakar. Kalau barang lain, tergantung putusan Hakim apakah dilelang atau seperti apa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Nurul Lamunsari