Nunukan

Pusdiklatda Kaltara Gelar Visitasi Gugus Depan Unggul 2019

Ketua Pusdiklatda Kaltara Ramli saat visitasi ke salah satu SD di Kabupaten Malinau. (Foto: Sabri/Koran Kaltara)

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) selama 4 hari,  mulai 15-18 Mei 2019 menggelar Visitasi Gugus Depan Unggul 2019 di 3 Kabupaten/Kota di Kaltara.

Visitasi dilakukan untuk mencari 1 gugus depan terbaik di Kaltara, yang akan mewakili Kaltara pada Lomba Gugus Depan Unggul Sekolah Dasar 2019 tingkat nasional Agustus mendatang.

Tiga Kabupaten dan Kota yang mengutus perwakilannya, yaitu Tarakan, Malinau dan Nunukan. Dimana, Tarakan mengutus 9 sekolah, yakni SDN 041, SDN 037, SDN 034, SDN 001, SDN 026, SDN 024, SDN 035, SDN 020 dan SDS Indo Tionghoa.

Kemudian Malinau mengajukan 8 sekolah, yaitu SDN 002, SDN 008, SDN 011 Malinau Kota, SDN 003, SDN 007 , SDN 009 Malinau Utara serta SDN 002 dan SDN 005 Malinau Barat.

Sedangkan Nunukan mengutus 6 sekolah yaitu, SDN 001, SDN 002, SDN 003, SDN 004, SDN 005 Nunukan dan SDN 001 Nunukan Selatan.

Ketua Pusdiklatda Kaltara Ramli menyampaikan, mulai Rabu (15/5/2019), Tim Visitasi Kaltara melakukan visitasi ke 23 sekolah. Diawali di Malinau, lalu Tarakan dan berakhir di Nunukan. Kegiatan Tim Visitasi Kaltara merupakan visitasi awal untuk menentukan nominasi peserta Lomba Gugus Depan Unggul yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Dari 23 sekolah yang mengajukan dan ikut serta dalam visitasi Lomba Gugus Depan Unggul, Pusdiklatda Kaltara akan mendatangi sekolah-sekolah tersebut, sekaligus mengambil dokumen. Dalam waktu bersamaan juga akan dilakukan visitasi, melihat bukti fisik dari dokumen tersebut.

“Kita akan membuat rangking berdasarkan hasil penilaian visitasi dari 23 sekolah. Mana yang layak untuk direkomendasikan ke Kwartir Nasional untuk mengikuti seleksi tingkat nasional,” ungkap dia melalui pesan WhatApps kepada Koran Kaltara, Rabu (15/5/2019).

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis), setiap provinsi akan mengajukan 10 sekolah sebagai nominasi yang akan mengikuti seleksi di tingkat nasional. Namun, berdasarkan pertimbangan Pusdiklatda Kaltara, akan merekomendasikan kepada Kwarda Kaltara untuk mengirimkan fortofolio gugus depan tersebut.

“Namun berdasarkan hasil visitasi yang terbaik yang akan kita ajukan. Artinya, kalaupun ada 10 sekolah yang memungkinkan, kita akan ajukan, namun dengan nilai terbaik dan tertinggi yang kita ajukan,” kata Ramli. (*)

Reporter : Sabri

Editor : Sobirin