Nunukan

Puluhan Rumah di Mamolo Terendam Banjir

Banjir di wilayah Mamolo, Tanjung Harapan, Nunukan Selatan, Selasa (13/8/2019). Banjir ini disebabkan luapan air sungai lantaran diguyur hujan sejak dinihari. (foto: Asrin/Koran Kaltara)
  • Curah Hujan Tinggi, Air Sungai Meluap

NUNUKAN, Koran Kaltara – Puluhan rumah di 3 RT wilayah Mamolo, Tanjung Harapan Nunukan Selatan terendam banjir, Selasa (13/8/2019).  Banjir yang menggenangi sekitar 40 rumah itu disebabkan luapan air Sungai Mamolo. Air merendam rumah warga sejak pukul 02.00 WITA.

“Air berasal dari luapan Sungai Mamolo sebagai dampak tingginya curah hujan,” ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Hasan kepada Koran Kaltara, Selasa (13/8/2019).

Menurut dia, puluhan rumah warga di 3 RT Mamolo yang terendam banjir, meliputi RT 01, RT 10 dan RT 11. Ketinggian air mencapai 20 centimeter hingga 1,2 meter.

“Sekitar 40 rumah warga yang terdampak banjir. Kalau tinggi air berbeda-beda. Paling parah itu ketinggiannya mencapai 1,2 meter,” tambahnya.

Dia memastikan warga yang rumahnya terendam banjir mengalami kerugian besar. Sebab, beberapa unit perahu milik warga ikut tenggelam, namun tidak hanyut.

“Kita banyak menemukan peralatan milik warga. Contoh,  4 unit perahu warga tenggelam dan satu perahu rusak parah. Tapi perahu ini tidak hanyut, hanya tenggelam saja,” tuturnya.

Tak hanya itu, menurut dia,  ada kerusakan berat di dua jembatan akibat kuatnya arus sungai. “Tidak ada korban jiwa. Tapi kita menemukan ada warga yang sakit dan telah dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan dengan menggunakan mobil ambulance,” tambahnya.

Dia menyampaikan, bahwa air lama surut dikarenakan air sungai mulai pasang. “Upaya evakuasi berakhir pada pukul 10.00 WITA, dengan kondisi air yang sudah surut dan dapat dilalui kendaraan,” pungkasnya.

Hasan mengaku menurunkan 15 personil dan dibantu pihak kepolisian serta warga. “Personil BPBD tiba di lapangan sekitar pukul 06.00 WITA,  dan langsung membantu warga untuk melakukan evakuasi, baik barang maupun orang,” tuturnya.

Dia mengatakan, pihaknya menggunakan 1 unit perahu lipat untuk mengevakuasi korban, 1 unit mobil rescue dan 1 unit pickup serta 1 unit motor trail. (*)

Reporter : Asrin

Editor : Sobirin