Headline

Predikat LHE SAKIP Pemprov Kaltara Naik Satu Tingkat

Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat menerima LHE SAKIP 2019. (Foto: Istimewa)
  • Gubernur Sebut Ada Peluang Menjadi A di Tahun Ini

DENPASAR, Koran Kaltara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sekali lagi berhasil meningkatkan dan memenuhi rekomendasi perbaikan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana yang diharapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dimana, berdasarkan laporan hasil evaluasi (LHE) SAKIP 2019, Pemprov Kaltara mencapai predikat BB. Predikat ini setingkat lebih baik daripada raihan SAKIP 2018 yang berpredikat B.

LHE SAKIP 2019 Wilayah II untuk Pemprov Kaltara, diterima Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB Muhammad Yusuf Ateh yang mewakili Menpan-RB Tjahjo Kumolo pada acara SAKIP Award 2019 di Denpasar, Bali, Senin (27/1/2020).

Atas capaian ini, Gubernur menuturkan terima kasih kepada jajaran Inspektorat Provinsi Kaltara dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja sama dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran daerah, serta melakukan perbaikan dalam implementasi SAKIP. “Alhamdulillah, Provinsi Kaltara berhasil meraih hasil evaluasi SAKIP predikat BB bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Bali. Ini berarti, hasil evaluasi SAKIP Provinsi Kaltara 2019 mengalami peningkatan dibanding 2018 yang berpredikat B,” kata Irianto.

Gubernur juga menyatakan bahwa ada peluang besar bagi Kaltara untuk memperbaiki predikatnya menjadi A pada tahun depan. “Hal ini telah diwanti-wanti oleh Pak Muhammad Yusuf Ateh, bahwa Kaltara dapat mengejar provinsi lainnya, khususnya di wilayah II dalam hasil evaluasi SAKIP ke depannya. Ini karena Kaltara, implementasi SAKIP-nya terus meningkat dan membaik dari tahun ke tahun. Sejauh ini, di wilayah II, baru dua provinsi yang berhasil meraih hasil evaluasi SAKIP 2019 predikat A, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim),” urai Gubernur.

Pun demikian, yang terpenting saat ini, kata Irianto, Pemprov Kaltara harus dapat memenuhi sejumlah rekomendasi perbaikan implementasi SAKIP yang disampaikan Kemenpan-RB. Di antaranya, perlunya penerapan sistem reward dan punishment berbasis kinerja kepada aparatur pemerintahan. “Kita juga harus lebih mengorientasikan penggunaan anggaran terhadap hasil,” ungkap Irianto.

Di kesempatan tersebut, Gubernur bersama Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB Muhammad Yusuf Ateh didaulat untuk menyerahkan LHE SAKIP 2019 untuk pemerintah kabupaten/kota di Kaltara. Adapun hasilnya, predikat CC diraih Pemkab Malinau, predikat B diraih Pemkab Bulungan, Pemkab Nunukan, Pemkot Tarakan, dan Pemkab Tana Tidung. Pemprov Kaltara, dalam evaluasi SAKIP berada dalam wilayah II. Di wilayah ini, ada 161 pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. (*)

Sumber: Humas Prov. Kaltara

Editor: Nurul Lamunsari