Malinau

PPP Usung Jhoni Laing Impang-Muhrim

Bacabup Malinau Jhoni Laing Impang bersama kader PPP Malinau, Muhrim saat berada di Kantor DPP PPP belum lama ini.  (foto: Istimewa)
  • Sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Malinau

MALINAU, Koran Kaltara Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Malinau mengusung Jhoni Laing Impang sebagai bakal calon Bupati Malinau, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

“Iya,  pasangan Joni Laing Impang dan Muhrim merupakan hasil keputusan DPP PPP dan sudah keluar. Kami juga sudah menghadap ke pusat beberapa bulan lalu,” ujar Ketua DPC PPP Malinau Akbar Samsul Bahri kepada Koran Kaltara, Rabu (25/3/2020) siang.

Sebelum rekomendasi dari DPP PPP keluar,  kata dia, PPP Malinau siap mengusung siapa saja yang akan bergabung sebagai calon Pilkada di Malinau. Termasuk kader partai politik (parpol) lain.

“Saat kita membuka tahapan bakal calon, ada beberapa nama calon kandidat baik calon Bupati dan Wakil Bupati yang mendaftar. Diantaranya,Joni laing Impang dari PDIP, Inkong Ala dari Hanura dan Pak Marten Labo dari Golkar serta beberapa tokoh lainnya,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, PPP Malinau memproses dan menverifikasi berkas para calon kandidat tersebut. “Dari proses itu, muncul Pak Joni Laing. Dan beliau juga bersedia berpasangan dengan salah satu kader dari PPP, yaitu Pak Muhrim,” ungkapnya.

Dia optimias PPP akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam Pilkada tahun 2020 di Malinau.

“Kita masih menunggu keputusan PDI Perjuangan. Karena, mereka juga masih dalam tahapan proses penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.

Sebenarnya, kata dia,  pihaknya akan menggelar deklarasi. Tetapi, karena wabah pandemi Covid-19, maka deklarasinya ditunda.

“Apalagi sudah ada imbauan dari Pemerintah maupun Kapolri. Sehingga segala yang telah dipersiapkan sementara kita tunda dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bilung Ajang menyatakan masih belum bisa menyampaikan secara resmi siapa bakal calon dari PDI Perjuangan. Sebab, masih menunggu proses dari DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

“Kita masih menunggu surat rekomendasi dari DPP. Jadi kita di daerah hanya menunggu. Karena itu merupakan garis lurus dari sebuah kebijakan partai politik. Kalau dari secara proses penjaringan sudah selesai dan memang ada 7 nama,” kata dia. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sobirin