Headline

Polres Amankan Terduga Penjarahan

Kapolres Tarakan saat di lokasi kebakaran, mengamankan tiga orang oknum warga yang diduga melakukan penjarahan. (Foto : Istimewa)
  • Kumpulkan Saksi Cari Tahu Penyebab Kebakaran

TARAKAN, Koran Kaltara – Seluruh instansi terkait bersama TNI dan Polri turun tangan membantu proses pemadaman api di area Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok, Senin (20/1/2020). Namun, di tengah musibah kebakaran ini, masih ada oknum masyarakat yang memanfaatkan kepanikan warga dengan melakukan penjarahan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira menuturkan, saat turun langsung membantu proses pemadaman api ini, ada oknum warga yang diamankan karena melakukan penjarahan. Warga ini dibawa ke Mapolres Tarakan untuk dimintai keterangan.

“Kalau saya sendiri, ada 3 orang yang sempat saya amankan. Tapi, kalau dari petugas Polres dan Polsek yang di lapangan juga ada, tapi saya belum dapat laporan resminya. Kami juga ada selisih paham, makanya mau didalami lagi, diduga mengambil barang. Mengambil kesempatan untuk melakukan penjarahan,” ungkapnya.

Meski masih dalam proses pendinginan, pihaknya akan mengarahkan personelnya untuk memasang police line , dan memberikan status quo wilayah yang terdampak kebakaran. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik untuk melakukan penyelidikan, agar mengetahui penyebab kebakaran.

Dari Sat Reskrim Polres Tarakan juga akan mengumpulkan saksi-saksi, yang mendengar dan melihat dari mana mulanya api berasal. Saat ini, anggotanya di lapangan sedang mengumpulkan saksi-saksi. “Kami belum tahu apakah perlu tim dari Labfor Surabaya atau tidak. Nanti kita lihat. Kalau memang dipandang perlu, dari sini tidak mampu, akan kita kondisikan ke Labfor Surabaya,” imbuhnya.

Kasat Reskrim AKP Guntar Arif Setiyoko menambahkan, dari hasil pengumpulan bahan keterangan, asal mula api muncul dari rumah milik Nur. Namun korban mengatakan, dirinya saat itu tidak berada di dalam rumah. “Tapi masih kami mintai keterangan lagi,” ujarnya.

Rencananya hari ini, tim dari Identifikasi akan mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP). “Kalau dari mana itu titik awalnya dan penyebabnya, nanti tim labfor lebih detailnya. Karena dia (labfor) ahli dan berkompeten. Sedangkan untuk yang pencurian, nanti kami masih tunggu korban pemilik toko elektronik. Sementara kami masih dalam apa yang mau diambil,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Nurul Lamunsari