Hukum Kriminal

Polisi Ringkus Dua Pencuri Molen Cor Semen

Duo pencuri mesin cor semen, DG dan DT nekat mencuri untuk digunakan membangun rumah dan disewakan. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Dua pelaku pencurian mesin molen cor semen berinisial FG dan AN, diringkus Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Tarakan akhir pekan lalu. Dua pelaku yang merupakan buruh bangunan ini, diamankan setelah laporan kehilangan mesin cor semen pada 18 Juli 2019 lalu, di salah satu gudang yang ada di Jalan Slamet Riyadi.

Pencarian kedua pelaku pun tidak cukup sulit, hanya berselang tiga hari keduanya diamankan di salah satu rumah, di Jalan RE Martadinata. “Kita amankan tanpa perlawanan sekitar pukul 22.00 Wita,” kata Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kanit Resum Ipda Dien F Romadhoni.

Dien menerangkan, sebelum beraksi FG dan AN sudah cukup lama melakukan pengintaian untuk memastikan kapan waktu yang tepat, untuk beraksi. Melihat kondisi gudang yang tidak terkunci, keduanya langsung menyewa mobil pick up untuk digunakan mengangkut mesin cor.

“Mungkin pemilik gudang ini mengira mesin cor semen kan berat dan besar sekali, makanya tidak dipikirkan kalau bisa dicuri juga. Kalau pelaku mikirnya, curi mesin cor ini tidak akan ketahuan karena rata-rata mesin cor itu sama dan tidak ada ciri khusus, jadi tidak bisa dicari kalau berdasarkan ciri-ciri lah. Untungnya berhasil kita ungkap,” tuturnya.

Setelah pencurian mesin cor semen ini berhasil, kemudian disimpan di gudang penyimpanan tidak jauh dari rumah pelaku. “Cara nyurinya ya digotong, terus diangkut menggunakan mobil pick up,” katanya.

Dari pengakuannya, FG dan AN  sebenarnya mencuri mesin cor semen bukan untuk dijual, melainkan untuk digunakan saja. Kebetulan, keduanya ada pekerjaan membangun rumah namun tidak memiliki mesin molen.

“Keduanya memang bekerja sebagai buruh bangunan. Jadi mesin molen ini tidak dijualnya tapi untuk dioperasikan sendiri atau disewakan, jika ada yang membutuhkan jasa mesin molen,” ungkap perwira berpangkat balok satu ini.

Keduanya ditahan dengan pidana pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Sementara, untuk mobil pick up yang digunakan mengangkut molen cor semen curian juga turut diamankan sebagai barang bukti.

“Kalau dari pengakuan korban, kerugian kehilangan molen ini berkisar Rp6,5 juta,” tandasnya. (*)

Reporter : Sahida

Editor : Hariadi