Headline

PLBN Sei Menggaris masuk Renduk BNPP

TAMBAH PLBN – Setelah empat PLBN masuk Inpres, Kepala BPPN Kaltara Samuel ST Padan berharap satu PLBN lagi di Sei Menggaris segera dibangun. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Potensi Jalur Investasi, Butuh Lahan 5 – 10 Hektare

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemerintah Pusat berkomitmen melakukan percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di sejumlah daerah perbatasan. Bahkan, telah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Dimana, 17 kementerian diinstruksikan untuk mendukung percepatan pembangunan PLBN, termasuk Panglima TNI dan Kapolri hingga kepala daerah diminta Presiden turut memberikan dukungan.

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) salah satu daerah yang mendapatkan kuota pembangunan PLBN, yang rencananya dibangun tahun 2020 ini. Bahkan, dari 11 PLBN, terbanyak ada di Kaltara dengan empat PLBN, yakni PLBN Terpadu Sei Pancang, PLBN Terpadu Long Midang, PLBN Terpadu Labang dan PLBN Terpadu Long Nawang.

Dibeberkan oleh Kepala Biro Pengelola Perbatasan Negara Samuel ST Padan, dengan panjang garis perbatasan Kaltara mencapai 1.038 kilometer, sebanyak empat PLBN yang akan dibangun sudah cukup mewakili. Hanya saja, tidak dipungkiri, setidaknya masih ada titik usulan pembangunan PLBN yang dinilai representatif untuk didirikan, yakni di Sei Menggaris, Nunukan.

“Itu yang PLBN Sei Menggaris sudah masuk dalam Renduk (Rencana Induk) BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan). Dalam program BNPP sudah masuk. Jadi untuk PLBN di Sei Menggaris tidak repot lagi,” katanya.

Dengan masuknya usulan PLBN Sei Menggaris ke dalam Renduk BNPP, pemprov berharap juga segera ditindaklanjuti pemerintah untuk rencana pembangunannya. Pasalnya, keberadaan pos lintas di daerah itu dinilai dapat menunjang semua sektor pembangunan di perbatasan. Bahkan, selain soal kedaulatan, dengan potensi lintas batas yang tinggi, juga bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi yang strategis.

“Dengan masuknya ke dalam Renduk BNPP, tinggal penunjukan lokasi. Karena kalau pengembangan cukup strategis. Bahkan banyak potensi investasi di sana. Tentu (lahan) bangunan harus luas. Kita maunya setidaknya sekitar 5 – 10 hektare,” beber Samuel.

Bahkan, lanjutnya, sebelum diusulkan, kajian PLBN Sei Menggaris sudah final. Meski ke depan, butuh pendalaman dari aspek sosial dan ekonomi yang lebih detail. Oleh karena itu, diharapkan pula, akan diterbitkan Inpres untuk pembangunannya nanti.

“Karena itu tadi, paling tinggi intensitas (perlintasan) itu di Sei Menggaris. Bahkan mereka (Malaysia) intens kunjungi Sei Menggaris. Termasuk informasinya, pihak Malaysia akan membangun High Way dari Serudung ke Entikong,” tambahnya memberikan penjelasan. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari