Tarakan

Pj Dirut PDAM Menjabat Paling Lama 6 Bulan

Khairul

TARAKAN, Koran Kaltara Karena usia Said Usman Assegaf yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah mencapai 60 tahun, maka secara aturan harus digantikan dengan yang baru. Selama proses seleksi, Pemerintah Kota Tarakan mengangkat salah satu senior di PDAM berinisial S untuk mejadi Penjabat (Pj) Dirut PDAM dengan masa kerja paling lama 6 bulan.

“Inisialnya S, orang direksi PDAM juga pejabat struktural di dalam,” terang Wali Kota Tarakan H Khairul kepada awak media saat diwawancarai di balaikota, Selasa (11/6/2019).

Lebih lanjut dikatakan Khairul, Pj hanya menjabat selama masa transisi selama belum ada Dirut definitif. Dan diambil dari pegawai yang paling senior di PDAM karena dianggap lebih paham seluk beluk kendala dan persoalan yang dihadapi.

“Paling lama Pj ini menjabat hanya 6 bulan, kalau sebelum 6 bulan sudah bisa melakukan seleksi, SK keluar, bikin Panitia Seleksi (Pansel), kita umumkan setidaknya dalam 1 bulan sudah ada yang terpilih, lalu kita lantik,” beber orang nomor satu di Tarakan ini.

Untuk pansel masih dalam proses pembentukan, yang nantinya akan berada di bawah kendali Bagian Ekonomi Sekretariat Pemerintah Kota Tarakan.

Di kesempatan tersebut Khairul menjelaskan, seluruh usaha milik daerah kini sedang dilakukan evaluasi. Bahkan akan dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, juga sebagai salah satu langkah untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumber-sumber pengelolaan BUMD.

“Memang semua BUMD kita overview, kita lihat semua, kita mau mereka pofesional. Urusan gaji itukan urusan kesekian, kalau kinerjanya bagus gaji besar tidak masalah. Kita tidak mempersoalkan masalah gaji, gaji sesuai dengan kinerja tidak masalah apalagi bisa menguntungkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa