Tarakan

Pipa Minyak Bocor, THM Rindu Malam Akan Dibongkar

Field Manager Pertamina EP Tarakan, Agung Wibowo

TARAKAN, Koran Kaltara – Meskipun belum memastikan waktunya, namun Pertamina EP Field Tarakan memastikan akan membongkar Tempat Hiburan Malam (THM) Rindu Malam yang berada di Kampung Satu. Pasalnya, di bawah bangunan tersebut terdapat pipa distribusi minyak mentah dari sumur ke stasiun pengumpul yang kondisinya sedang bocor.

“Kalau untuk dampak lingkunganya sudah kita amankan, dan bangunan masih butuh mediasi dulu dengan pemerintah setempat baik camat maupun lurah dan Pemkot. Setelah itu baru ada tindakan yang harus dilakukan,” Tegas Field Manager Pertamina EP Tarakan, Agung Wibowo usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tarakan, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut dikatakan Agung, pertemuanya dengan wali kota hanya sekedar silaturahmi karena dirinya merupakan pejabat baru yang harus melakukan koordinasi. Dalam pertemuan memang tidak terlalu mendalam membahas, namun dari kebijakan pemerintah masih menyerahkan sepenuhnya ke Pertamina untuk menyelesaikan.

Untuk bangunan yang ada di Wilayah Kerja (WK) Pertamina, tidak memiliki izin mendirikan bangunan, sehingga kapan saja bisa dilakukan pembongkaran karena di bawahnya ada pipa yang bocor. Namun Pertamina memilih langkah persuasif dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Secara tegas kita harus bongkar, tetapi harus lapor dulu ke pemerintah dan proses tindakan harus sesuai prosedur apalagi ini memang berada di WK kita dan mereka tidak ada izin makanya kita akan bongkar dan sudah ke arah sana. Besok baru kita mulai mediasi, dilanjutkan dengan tindakan, mediasi akan melibatkan Pemkot Tarakan juga,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menjelaskan pembicaraan yang dilakukan dengan Pertamina pada Rabu (15/5/2019) pagi membahas aset secara menyuluruh bagaimana ke depannya. Namun untuk menyikapi pipa bocor masih dilakukan secara persuasif, tetapi nantinya juga akan dilakukan upaya paksa.

“Kita serahkan sepenuhnya ke Pertamina, karena masih berada di wilayahnya, dan kita tidak bisa terlalu intervensi kalau mereka minta bantuan kita akan terlibat dan melihat apa yang sebenarnya terjadi untuk mencarikan solusi secara bersama-sama,” bebernya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Rifat Munisa