Food & Drinks Traveling

Pindang Tulang Sapi Maknyus di Warung Sederhana

Warung Sederhana – Pindang tulang sapi di warung sederhana patut dicoba saat berkunjung ke Kabupaten Bulungan. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Sentuhan Rasa dari Bumbu Khas Timur Tengah

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sajian pindang tulang sapi di Warung Sederhana, menjadi kuliner yang patut anda coba ketika datang ke Kabupaten Bulungan. Berlokasi di Jalan Langsat – Kelurahan Tanjung Selor Hilir, satu mangkok pindang tulang sapi sudah menjadi menu andalan warung tersebut yang berdiri 20 tahun lalu. Bahkan mayoritas masyarakat sekitar lebih mengenal warung tersebut dengan sebutan “Warung Pindang Tulang”.

Dengan harga Rp35.000, satu mangkok pindang tulang sapi berisi tiga sampai empat potongan besar tulang iga yang bertekstur lembut. Dengan warna kuah cokelat kehitaman, perpaduan rasa manis dan gurih cenderung dominan saat sampai di lidah.

Dengan taburan bawang merah goreng di atasnya, aroma yang tercium bisa langsung membuat perut semakin keroncongan. Terlebih disampingnya ada satu keranjang nasi putih yang juga mengepulkan asap menggoda saat dipindah ke piring untuk siap dimakan.

Sebagai informasi tambahan, selain memiliki aroma wangi, nasi yang disajikan sangat pulen saat dikunyah. Adapun bagi yang ingin menambahkan cita rasa asam atau pedas, warung ini sudah menyediakan irisan jeruk nipis dan sambal di atas meja.

Secara umum, kuliner pindang tulang sapi bisa menjadi menu yang pas untuk sarapan atau jam makan siang. Berbicara kandungan gizi, tentu kuliner satu ini sarat akan protein, kalsium dan zat besi. Sehingga sangat cocok bagi semua kalangan usia. Terutama untuk sang buah hati yang memasuki masa-masa pertumbuhan.

Saat diwawancara Koran Kaltara, Pengelola Warung Sederhana, Halizah Bansir mengatakan, pindang tulang sapi miliknya, merupakan masakan dengan sentuhan bumbu khas Timur Tengah. Adapun untuk rasa manis, berasal dari kecap yang dicampurkan saat proses memasak.

“Dimasak pindang ini sebenarnya masakan dari Arab bah kan. Rempah-rempah nya memang yang kuat karena semua dikasih masuk. Terus dikasih kecap,” kata Halizah, Jumat (17/1).

Terkait teknik memasak hingga menghasilkan daging di tulang iga yang lembut, dikatakan Halizah tidak jauh berbeda dengan memasak sop tulang sapi biasa. Tergantung dari bagaimana besar kecilnya api, lama memasak dan juga bumbu-bumbu yang dimasukkan tersebut.

“Sebenarnya kalau untuk masak sih sama saja dengan sop tulang sapi biasa,” imbuhnya.

Untuk saat ini, Halizah membuka usahanya dari jam 08.00 pagi hingga 05.00 sore. Namun apabila sudah habis sebelum jam tersebut, otomatis akan tutup dan dilanjutkan esok  harinya. “Bukanya dari jam delapan pagi sampai lima sore. Tapi kalau habis ya tutup,” ujar Halizah langsung.

Selain pindang tulang sapi, warung yang bisa dibilang salah satu langganan tetap Gubernur Kaltara dan beberapa pejabat daerah lainnya ini, juga menyediakan beberapa pilihan menu lainnya. Seperti sop tulang sapi, sop ayam kampung dan kare ayam.

Kemudian untuk minuman, selain pilihan dari teh dan jeruk, warung ini juga menyediakan es cincau, es susu cincau, es sirup cincau, cokelat dan greentea. Adapun disamping itu, warung tersebut juga menerima pemesanan nasi kotak, snack kotak, bumbu masakan, prasmanan, kacang manis dan kacang disko.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Sobirin