Kaltara

Petambak Minta Pemerintah Beri Subsidi

FGD yang digelar DKP Kaltara, terkait menurunnya harga udang di kantor Penghubung Pemprov Kaltara, Rabu (19/2/2020) malam. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Para petani tambak berharap mendapat subsidi dari pemerintah. Demikian disampaikan perwakilan petambak saat hadir pada acara Forum Group Discussion (FGD) terkait turunnya harga udang di Tarakan, Rabu (19/2/2020) malam kemarin.

FGD yang difasilitasi oleh DKP Provinsi Kaltara itu, diikuti oleh para petani tambak, pos pembelian udang dan pihak coldstorage. Dalam FGD yang dihadiri belasan petani tambak ini, membahas turunnya harga jual udang yang dikeluhkan sejak awal Februari lalu.

Salah satu nelayan yang hadir, Rustan dari Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tarakan menuturkan, penjelasan dari coldstorage tidak menjamin usaha udang kedepannya. Ia meminta pemerintah turun tangan untuk memberikan perlindungan kepada pelaku usaha udang di Tarakan.

“Katanya, bisa jadi harga udang turun lagi. Ini sudah dijelaskan biaya produksi yang tinggi, sementara produksi kita tidak tetap, kadang panen banyak, kadang tidak ada. Kalau harganya seperti ini, kami sebagai pelaku usaha perikanan minta kebijakan pemerintah untuk memberikan perlindungan usaha,” katanya, disampaikan dalam FGD.

Ia juga meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan jangka pendek, karena pra produksi yang memberatkan petani tambak. Apalagi, harga udang menurun sedangkan menunggu masa panen tiga bulan sekali, diperlukan perjuangan di lapangan.

“Kira-kira pra produksi itu bisakah pemerintah memberikan kami kebijakan, apakah subsidi bibit udang, pupuk atau lainnya. Supaya kami sebagai usaha perikanan tidak terlalu terbebani,” imbuhnya.

Salah satu perwakilan petambak udang di Tarakan, Lukman Tamrin mengaku kecewa, karena setelah melalui perdebatan yang alot, dari pihak coldstorage maupun petani udang mempertahankan pendapat masing-masing. Sehingga tidak ada solusi.

Ia mengaku sempat mengobrol dengan pihak coldstotage, mereka tidak bisa menjamin harga naik, termasuk apabila isu soal vorus corona ini mereda. Menurutnya, terlalu banyak isu yang beredar dan menjadi alasan turunnya harga udang, mulai dari virus corona, banjir Vietnam dan India hingga boomingnya udang panama.

“Jadi, itu isu yang diangkat. Kalau menurut mereka relevan, bagi kita tidak. Kita mau mengharapkan peran pemerintah. Dalam FGD ini, dari Pemerintah Kota Tarakan cuma perwakilan saja yang hadir. Tapi, mereka tidak tahu menahu soal solusi yang akan ditawarkan,” ungkapnya.

Lukman menilai, apa yang dibahas dan dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Jadi, ia pun belum bisa memastikan seperti apa langkah selanjutnya. “Saya kecewa juga anggota dewan yang hadir hanya Syaiful dari Komisi I, tidak membidangi perikanan, janjinya akan mendesak pemerintah,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Eddy Nugroho