Headline

Pertanian Kaltara Terus Dikembangkan

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie sesaat setelah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan Kaltara. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • Sebagai Sarana untuk Meningkatkan Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pertanian adalah satu sektor yang tidak luput dari perhatian pemerintah untuk terus dikembangkan. Secara umum, Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi termuda di Indonesia berkomitmen meningkatkan pertanian sebagai salah satu penopang pembangunan daerah. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengungkapkan, pertanian dari sektor pangan, baik padi maupun buah-buahan sejak empat tahun lalu dijalankan pemprov melalui sejumlah program.

Program pertanian terlaksana di berbagai daerah di Kaltara, termasuk di Kabupaten Nunukan yang merupakan daerah perbatasan. Kegiatan pangan seperti di Sebatik, Pulau Nunukan, Sebuku hingga Krayan berupa bantuan bibit, pupuk telah dilaksankaan dengan baik. “Sekarang ini sudah bagus (pertanian Kaltara). Termasuk pembinaan, penyuluhan teknik bertanam dan lain-lain. Termasuk bantuan ternak terutama ayam, sapi, kambing juga ada, sudah berjalan selama empat tahun. Dari sisi itu tidak ada masalah,” kata Irianto kepada Koran Kaltara, Senin (12/8/2019).

Dalam rangka peningkatan sarana yang mendukung pengembangan pertanian di Kaltara, dibangun Laboratorium Kesehatan Hewan yang terletak di Sabanar Lama, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Gubernur menegaskan, di tingkat provinsi, harus memiliki laboratorium sendiri, tidak terkecuali bagi Kaltara meski tergolong daerah baru.

“Setiap provinsi kan harus memiliki laboratorium untuk kesehatan hewan. Ini baik untuk tingkat provinsi baru. Tujuannya dengan adanya laboratorium ini, sesuai tugas dan fungsinya untuk pemeriksaan kesehaan hewan, baik ayam, kambing atau sapi  dan lain-lain,” kata Irianto usai meletakkan batu pertama pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Andi Santiaji.

Laboratorium Kesehatan Hewan tersebut mendapatkan alokasi anggaran Rp1,8 milar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Seperti diketahui, Bidang Pertanian pada DPKP Kaltara mendapatkan total DAK sebesar Rp6 Miliar. Disebutkan gubernur, setelah laboratorium kesehatan hewan  rampung dibangun, akan dilengkapi dengan pelaratan laboratorium yang sebagiannya dibiayai dari dana alokasi khusus tahun anggaran 2019.

“Fungsinya juga, supaya pangan kita aman dikonsumsi terutama yang dari hewan. Dengan adanya laboratorium ini, salah satu sarana untuk meningkatkan pelayanan publik di sektor pertanian khususnya dalam hal pencegahan penyakit menular hewan, juga penyakit yang tidak menular, pengambilan sampel. Termasuk juga pencegahan kalau ada hewan yang masuk daerah kita, atau hewan yang kita ekspor ke luar itu tidak membahayakan bagi masyarakat untuk dikonsumsi,” terangnya.

Selain pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan serta penyediaan sarana pendukungnya, instansi terkait juga telah membentuk  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Irianto berharap, keberadaan laboratorium yang dikelola melalui UPTD nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum, termasuk instansi pemerintah. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Nurul Lamunsari