Kaltara

Perang Dagang China-AS Ancam Kinerja Ekspor Kaltara

Foto: Ilustrasi/Internet

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, Eko Marsoro menyampaikan, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China memiliki potensi untuk mengancam kinerja ekspor dari Bumi Benuanta – sebutan Kaltara.

Eko menjelaskan, dampak perang dagang mengingat komoditi ekspor utama dan negara tujuan ekspor utama dari Kaltara adalah Negara China. Sedangkan ancaman perang dagang menjadi sinyal dari penurunan produksi negeri tirai bambu tersebut.

“Ancaman dari Amerika ini kan menaikkan pajak ekspor barang-barang yang asalnya dari China. Kalau sudah begitu, tentu biaya produksi menjadi lebih tinggi. Sehingga kemungkinan besar kuantitas produksi yang diturunkan,” kata Eko saat Pers Rilis BPS Kinerja Ekspor dan Impor Kaltara Periode April 2019, Senin (10/6/2019).

“Kalau produksinya turun, tentu permintaan batu bara sebagai salah satu sumber energi mereka juga berkurang. Itu yang nanti dampak panjangnya bisa berimbas ke Kaltara yang komoditi ekspor utamanya batu bara tadi dan China yang juga menjadi salah satu negara tujuan ekspornya,” lanjut dia menjelaskan.

Kendati demikian, Eko menjelaskan bahwa untuk saat ini dampak perang dagang belum signifikan berpengaruh terhadap kinerja ekspor Kaltara. “Perang dagang saat ini kan belum ancur-ancuran. Presiden Trump masih sebatas mengeluarkan perang statement. Tadi dari statement tadi memang sudah ada dampaknya. Jadi jangan sampai statement itu yang terimplementasi.” urai Eko.

“Wapres kita kan juga sudah turut mencoba agar perang dagang ini segera selesai. Setelah pertemuan G20 ini pun diharapkan kondisi bisa stabil. Sehingga tidak memiliki dampak panjang sampai ke sini,” tutupnya.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Eddy Nugroho