Malinau

Penyuluh Pertanian Berperan Rubah Mindset Petani

Salah seorang penyuluh saat mengajarkan petani menggunakan peralatan pertanian milik petani di BPP Malinau Utara. (foto: Istimewa)
  • Merangsang Kemajuan Pertanian di Malinau

MALINAU, Koran Kaltara Penyuluh pertanian lapangan sebagai garda depan mendampingi petani memiliki peran penting merubah mindset petani dalam bercocok tanam.

Karena itu, PPL, PDH dan PDB dikumpulkan untuk merangsang proses kemajuan pertanian di Kabupaten Malinau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas pertanian, Kristian Muned kepada Koran Kaltara, saat ditemu di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019).

Saat ini, kata dia, ada beberapa strategi agar para PPL lebih intens ke petani. “Kami sampaikan kepada PPL, agar menyampaikan itu secara berkelompok. Meski sekali-kali secara personalia juga bisa tapi itu secara khusus. Tapi umunya bisa disampaikan berkelompok,” jelasnya.

Kristian mengatakan, para PPL harus mampu membuat jadwal rutin secara berkala untuk melakukan pertemuan dengan para petani di Malinau.

“Paling tidak, pola pertanian dan sebagainya itu bisa disampaikan secara menyeluruh. Sehingga, kedepan informasi pertanian bisa terserap dengan baik. Seperti perawatan, pengelolaan dan sebagainya,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil evaluasi,  kata dia,  kinerja PPL  sudah cukup bagus dan berjalan baik sesuai indikator yang berlaku.

“Jadi laporan-laporan atau keluhan dari masyarakat petani di Malinau itu sudah tidak terlihat menonjol. Meski ada satu atau dua orang, namun dapat teratasi,” katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, masyarakat petani tidak mengetahui bahwa PPL memiliki tiga bagian, yakni petugas penyuluh pertanian, petugas pendataan dan pencegahan hama.

“Meski begitu, saya juga meminta ketiga petugas ini saling bersinergi dan support. Rata-rata masyarakat itu hanya tahunya terhadap PPL. Tapi tidak mengetahui fungsi masing-masing. Tetapi, harus berjalan di lapangan,” bebernya.

Dia mengatakan, saat ini  luas lahan pertanian di Malinau telah terpetakan. Dimana, potensi luas lahan pertanian secara fungsional mencapai sekitar 1.700 hektare lebih. “Nah tentu itu sudah menjadi tanggungjawab PPL agar dapat merangsang petani memanfaatkan potensi luas tanam itu. Terutama dalam MT 2 ini. Meski dikategorikan termasuk rawan karena hama bisa saja datang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sulaiman

Editor : Sobirin